Bahan Khotbah Minggu ke-1 Tanggal 5 Januari 2020 KABARKANLAH, PUJILAH DAN KATAKANLAH Pa'petaleranni sia pudii sia ma'kadakomi
Bahan Khotbah Minggu ke-1 Tanggal 5 Januari 2020
KABARKANLAH, PUJILAH DAN KATAKANLAH
Pa'petaleranni sia pudii sia ma'kadakomi
| Bacaan Mazmur | : Mazmur 147:12-20 |
| Bacaan 1 | : Yeremia 31:7-14 (Bahan Utama) |
| Bacaan 2 | : Efesus 1:3-14 |
| Bacaan 3 | : Yohanes 1:1-18 |
| Nas Persembahan | : Mazmur 86:12 |
| Petunjuk Hidup Baru | : 1 Korintus 15:1-4 |
Tujuan
- Jemaat sungguh percaya bahwa Tuhanlah sumber segala berkat
- Jemaat senantiasa memuji dan mewartakan kebaikan Allah
Pemahaman Teks
Mazmur 147:12-20 merupakan bagian yang berisi seruan serta ajakan untuk memeahkan dan memuji Tuhan. Ajakan dan seruan ini didasarkan pada perbuatan Tuhan bagi umat-Nya. Perbuatan Tuhan yang dimaksudkan di sini meliputi beberapa aspek antara lain: aspek keamanan (meneguhkan palang pintu gerbangmu), aspek pemeliharaan generasi (memberkati anak-anakmu di antaramu), aspek kecukupan kebutuhan hidup (mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik). Pemazmur sangat menekankan pentingnya memuji Tuhan yang adalah pemberi berkat, pemelihara dan yang telah memberikan Firmannya kepada umat-Nya.
Yeremia 31:7-14 merupakan bagian dari nubuat yang disampaikan oleh nabi Yeremia kepada orang Yehuda yang sementara mengalami pembuangan di daerah Babel. Menurut keterangan pada Yeremia 1:1-3, Yeremia melayani sebagai nabi di Yehuda pada zaman raja Yosia bin Amon, raja Yoyakim bin Yosia, sampai akhir tahun ke-11 zaman Zedekia bin Yosia , yaitu ketika penduduk Yerusalem diangkut ke dalam pembuangan. Jadi ia dipanggil untuk menjadi nabi ketika Yehuda sudah berada di bawah kekuasaan Asyur sampai pada bangsa Yehuda dibuang ke Babel.
Keseluruhan pasal 31 dari Kitab Yeremia diberi judul oleh LAI: Perjanjian Baru. Pemberian judul ini lebih menunjukkan adanya perubahan isi dari nubuat yang disampaikan oleh nabi. Penyampaian-penyampaiannya mulai memberi atau membangkitkan pengharapan kepada umat yang tengah mengalami tekanan batin dan keputusasaan yang mendalam di tengah pembuangan. Hal ini berbeda dengan bagian sebelumnya yang kebanyakan berbicara mengenai penghukuman, baik kepada bangsa Yehuda maupun kepada bangsa-bangsa lain.
Perikop ini, langsung mulai dengan nada sukacita: “bersorak-sorailah….” “Bersukarialah….” ini adalah nubuat atau seruan untuk membangkitkan pengharapan bagi umat yang tengah dalam tekanan karena pembuangan. Nada sukacita itu segera disusul dengan tiga kata yang bersifat seruan tanggung jawabyang harus dilakukan oleh umat yaitu: kabarkanlah, pujilah, dan katakanlah .Dalam tiga kata ini termuat tanggungjawab dari umat yang saat itu sudah mulai kehilangan harapan untuk kembali ke Kanaan. Kata-kata ini menunjukkan adanya desakan yang tidak tertahankan. Isi dari tiga kata ini sama yaitu: Tuhan telah menyelamatkan umat-Nya.
- Yang akan dikabarkan adalah “Tuhan telah menyelamatkan umat-Nya”. Seluruh berita berpusat pada pernyataan: Tuhan telah menyelamatkan umat-Nya.
- Hal yang sama berlaku untuk pujian. Seluruh pujian menunjuk pada perbuatan Tuhan yang telah menyelamatkan umat-Nya. Puji-pujian merupakan ungkapan yang lahir dari penghayatan akan tindakan Tuhan yang menyelamatkan umat-Nya.
- Perbuatan Tuhan yang telah dan terus menerus menyelamatkan itu juga akan mewarnai semua perkataan dan percakapan umat. Bagi Yeremia, umat dalam pembuangan itu harus memperkatakan perbuatan Tuhan yang telah (baca: sudah, sementara dan akan) menyelamatkan umat-Nya. Ini adalah cara yang akan menolong umat untuk kembali mengingat dan meyakini janji penyelamatan dari Tuhan yang telah disampaikan jauh sebelum bangsa itu dibuang ke Babel.
Dari tiga hal di atas ini sangat nyata, bahwa kabar, pujian dan perkataan semuanya berisi pernyataan mengenai penyelamatan Tuhan terhadap umat-Nya. Penyelamatan Tuhan terhadap umat-Nya menjadi pusat berita, pusat pujian dan pusat percakapan.
Ayat 8 berisi penjelasan tentang tindakan penyelamatan Tuhan terhadap umat-Nya (sisa-sisa Israel). Mereka akan dibawa dari tanah utara dan akan dikumpulkan dari ujung bumi. Pemulihan umat di sini bukan hanya berbicara mengenai kembalinya umat dari pembuangan, tetapi juga berbicara mengenai penyatuan kembali umat yang telah tercerai berai. Umat akan menyatu kembali dalam sebuah ibadah yang terpusat pada Tuhan (YHWH). Realisasi nubuat ini secara politis nyata ketika bangsa buangan itu kembali ke Kanaan, dan secara teologis terlaksana melalui kedatangan Yesus yang mempersatukan seluruh umat.
Ayat 9-14 berisi rincian gambaran kejadian yang berkaitan dengan tindakan penyelamatan itu.
- Dengan menangis mereka datang dan dengan hiburan Tuhan memimpin ke sungai-sungai (ay. 9). Allah menjadi Bapa bagi Israel. Mereka akan kembali berada dalam rangkulan Bapa. Nampak di sini bahwa akibat dari tindakan penyelamatan Allah itu adalah mengubah air mata yang bermakna sakit menjadi air mata tanda bahagia. Hal ini akan terjadi, karena orang-orang yang selama ini kurang mendapat perhatian misalnya: buta, lumpuh, perempuan mengandung, perempuan yang melahirkan, akan diikutkan dalam kumpulan umat yang besar.
- Ayat 10-12 Allah akan bertanggungjawab untuk mengumpulkan kembali umat yang telah diserakkan ke berbagai tempat (ay. 10-12). Allah akan mengumpulkan kembali umat-Nya yang sudah terserak ke berbagai tempat. Allah tidak hanya bertindak mengumpulkan tetapi juga akan menjaganya. Allah akan bertindak seperti gembala terhadap dombanya. Sebagai satu bangsa yang sudah lama terserak-serak, mereka akan dikumpulkan kembali untuk selanjutnya mendiami tanah Kanaan yang dijanjikan Tuhan dengan aman dan tenteram.
- Anak-anak dara akan menari beramai-ramai (tarian massal); orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Tuhan akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan (ay.13). Tindakan pemulihan dari Tuhan itu akan melahirkan tarian dan gerakan sukacita massal. Bahkan Imam dan umat akan merasa kenyang dengan kebajikan Tuhan (ay. 14)
Tindakan Allah yang digambarkan dalam kitab Yeremia ini semuanya menunjuk pada karya besar Allah di dalam Yesus Kristus. Karya besar Allah itulah yang baru saja diperingati oleh gereja melalui perayaan natal.
Efesus 1:3-14 merupakan ungkapan pujian Paulus kepada Allah dalam Kristus yang telah mengaruniakan segala berkat rohani di dalam sorga (ay.3). Di dalam Dia Allah memilih dan menentukan kita menjadi anak-anak-Nya (ay.4-6). Di dalam Dia kita (Paulus dan jemaat) mendapat penebusan yaitu pengampunan dosa (ay.7-10). Di dalam Dia kami (Paulus dan rasul lainnya) mendapat bagian yang dijanjikan (ay.11-12). Di dalam Dia kamu (jemaat di Efesus) dimeteraikan oleh Roh Kudus (ay. 13-14). Jadi menurut Paulus perbuatan besar Allah di dalam Yesus yang menyelamatkan merupakan dasar bagi kita untuk memuji Allah.
Yohanes 1:1-9 merupakan satu perikop yang menegaskan Kristus sebagai firman Allah yang datang kepada manusia agar manusia dituntun kepada Terang Ilahi. Allah menjadi manusia adalah karya atau perbuatan Allah yang besar dalam rangka menyelamatkan umat-Nya.
Korelasi antar bacaan:
Seluruh bacaan menekankan tindakan dan perbuatan Tuhan yang menyelamatkan dan memberkati umat-Nya. Perbuatan Tuhan itu akan mendorong umat untuk memuji-Nya serta mewartakan karya Tuhan itu.
Garis Besar Khotbah
- Hari minggu ini adalah minggu pertama pada tahun ini tetapi juga merupakan minggu kedua sesudah natal. Pertanyaan yang perlu digumuli pada minggu pertama ini ialah apa yang penting kita lakukan sebagai orang-orang yang telah dipulihkan di dalam Yesus Kristus.
- Yeremia 31:7-14, berisi nubuat yang disampaikan oleh nabi Yeremia kepada umat Tuhan yang tengah berada di daerah pembuangan di Babel. Saat itu umat Tuhan berada dalam keputusasaan karena mereka jauh dari negeri mereka. Suasana itu semakin berat karena mereka juga memahami bahwa mereka juga sudah jauh dari Allah. Jadi mereka putus asa karena mereka terasing dari negerinya tapi juga terasing dari Allah. Realitas di daerah pembuangan telah menyebabkan mereka lupa akan janji dari Tuhan.
- Menanggapi suasana hati seperti itu, Yeremia menyampaikan seruan yang sifatnya mendesak dan tak tertahankan. Seruan Yeremia mengatakan: “kabarkanlah” , “pujilah” dan “katakanlah”. Isi dari tiga hal ini hanya satu yakni: “Tuhan telah menyelamatkan umat-Nya”. Isi dari kabar, pujian dan perkataan semuanya berpusat pada tindakan Tuhan yang telah menyelamatkan umat-Nya. Gambaran dari tindakan Tuhan yang menyelamatkan di sini dapat dirangkum dalam dua hal:
- Pertama, Tuhan akan memulangkan mereka ke Kanaan. Kerinduan untuk tanah air akan terwujud melalui pembebasan dari penjajahan untuk selanjutnya kembali mendiami tanah perjanjian.
- Kedua, Tuhan akan mempersatukan mereka kembali. Bangsa yang sudah terserak-serak itu akan kembali dikumpulkan dan dipersatukan kembali menjadi satu kumpulan umat yang beribadah kepada YHWH. Mereka tidak akan merasa terasing lagi karena sudah berada dalam rangkulan Tuhan. Bagi Yeremia mengabarkan dan memperkatakan tindakan penyelamatan dari Tuhan adalah cara untuk mengalami pemulihan batin dalam keadaan putus asa. Yeremia meminta agar umat yang sedang kehilangan pengharapan bangkit mengabarkan dan menceritakan atau memperkatakan tindakan Tuhan yang telah berjanji untuk menyelamatkan. Umat yang telah dan akan mengalami pemulihan dipanggil untuk mewartakan dan memperkatakan perbuatan besar Tuhan. Perbuatan besar Tuhan di dalam Yesus Kristus semestinya mendominasi berita atau warta jemaat. Perbuatan besar Tuhan semestinya nampak bahkan menonjol dalam cerita-cerita yang terkait dengan rumpun keluarga.
- Nubuat Yeremia ini secara politis digenapi pada saat kembalinya bangsa Yehuda dari Babel, tetapi secara teologis digenapi pada saat kelahiran Yesus. Yesus adalah Firman menjadi daging menurut Yohanes 1:1-9. Kelahiran Yesus yang diperingati pada natal adalah perbuatan besar Allah yang membebaskan dan mempersatukan seluruh umat manusia. Makanya Paulus meletakkan pujiannya kepada Allah di dalam Yesus (Efesus 1:3-14)
- Kalau begitu, pemulihan yang kita alami di dalam Yesus, menuntut tanggung jawab untuk mengabarkan dan menceritakan tindakan penyelamatan dari Tuhan. Perbuatan besar Allah bukan hanya berisi anugerah tetapi sekaligus berisi tanggung jawab. Karena itu jadikanlah perbuatan besar Allah di dalam Yesus sebagai pusat berita dan cerita di dalam setiap persekutuan dan pertemuan-pertemuan jemaat serta keluarga.
Diposting tanggal 03 Jan 2020
