Rabu, 13 Februari 2019 Yesaya 8:1-10 BELAJAR MEMERCAYAI ALLAH Melada’ Umpatongan Puang Matua
Rabu, 13 Februari 2019 Yesaya 8:1-10
BELAJAR MEMERCAYAI ALLAH
Melada’ Umpatongan Puang Matua
Memercayai seseorang memang tidak mudah. Namun apakah memercayai Allah akan lebih mudah? Itulah yang dialami Ahas dan bangsa Yehuda setelah Ahas menolak tanda dari Allah.
Dalam pasal 8 ini, Allah kembali memberikan tanda lain, yakni Yesaya mendapatkan seorang putra yang diberi nama Maher-Syalal Hasy-bas, yang berarti “perampasan yang tangkas, perampokan yang cepat” ( ay. 1-4). Arti nama ini menunjuk pada penyerangan Asyur ke Israel dan Aram, sehingga umat Ini akan mengalami kedahsyatan murka Allah melalui Asyur. Yehuda juga akan menghadapi Asyur. Asyur yang diharapkan Raja Ahas akan menjadi penolong ternyata justru akan menjadi musuh yang bengis dan kejam. Pada ayat 5-10 dikisahkan serbuan Asyur ke Yehuda. Ahas menolak pertolongan Allah yang digambarkan sebagai air Syiloah yang mengalir lamban dan justru mengandalkan pertolongan Asyur yang dilambangkan air sungai Efrat, yang kelak justru akan berbalik membanjiri (menghancurkan) Yehuda.
Memercayakan kehidupan kita kepada Tuhan tidaklah mudah. Kita sering kuatir, takut dan belum percaya penuh pada kuasa dan pertolongan Tuhan. Akibatnya kita cenderung beralih memercayakan kehidupan pendidikan, jodoh, pekerjaan dan usaha kita pada kemampuan diri sendiri atau pada kehebatan orang lain. Mungkin saja pertolongan Tuhan seperti air Syiloah yang mengalir lamban. Tapi percayalah bahwa kuasa dan pertolongan Tuhan itu pasti. Kasih dan kuasa Tuhan tak berubah. Tuhan akan menolong tepat pada waktunya. Manusia dan apapun yang ada di kolong langit ini adalah ciptaan yang terbatas. Karena itu memercayakan kehidupan ini pada mereka hanyalah sebuah kesia-siaan.
Diposting tanggal 08 Feb 2019
