Jumat, 11 Mei 2018 Wahyu 1:9-18 KESEHARIAN ADALAH KESAKSIAN
Jumat, 11 Mei 2018 Wahyu 1:9-18
KESEHARIAN ADALAH KESAKSIAN
Menjalani keseharian kita dengan berbagai aktifitas dengan sendirinya memberikan kita sebuah beban yang sungguh berat. Betapa tidak, keseharian kita bisa dikatakan 40% berisi pengulangan kehidupan yang kemarin. Jika kita mengingat-ingat kembali rentetan-rentetan aktifitas keseharian kita, ada banyak pengulangan apa yang terjadi kemarin akan juga terjadi hari ini. Ada rutinitas-rutinitas terjadi setiap hari.
Sikap Yohanes yang memposisikan dirinya sebagai sahabat dalam kesusahan, adalah sikap yang ingin menghilangkan suatu kekhususan atau posisi tertentu yang melekat pada dirinya. Artinya Yohanes ingin mengatakan bahwa ia juga adalah manusia biasa sama seperti orang lain. Juga pada saat itu, Yohanes juga ingin mengatakan bahwa kesehariannya itu dipakai Tuhan untuk kesaksian akan kemuliaan Tuhan. Dengan pertologan Roh Kudus, Yohanes dimampukan untuk memberikan kesaksiannya kepada semua orang bahwa Allah berkuasa atas segala yang ada.
Pertanyaan bagi kita, apakah keseharian kita juga seperti itu? Apakah keseharian kita itu berlalu begitu saja, layaknya rutinitas itu terjadi begitu saja tanpa kesaksian bahwa kesehariaan itu dilewati dengan baik karena kita dipenuhi oleh Roh Kudus? Keseharian yang kita alami setiap hari semestinya menjadi sebuah kesaksian kepada setiap orang, bahwa kita dimampukan karena Roh Kudus yang memampukan kita. Bahwa keseharian kita adalah merupakan kasih setia Tuhan kepada kita yang tak putus-putusnya. Melewati setiap keseharian kita dengan menggambarkan kuasa kasih Allah turun atas kita. Kesaksiaan itu bukan hanya karena ada hal yang luar biasa terjadi dalam hidup kita, yang kita utarakan hanya pada saat ada ritual, tetapi kesaksian itu hendaknya dilakukan setiap hari dan dalam berbagai kesempatan. Amin
Diposting tanggal 03 May 2018
