Sabtu, 31 Agustus 2019 Matius 20:20-28 DILAYANI ATAUKAH MELAYANI Ma’kamaya raka ba’tu dikamayai
Sabtu, 31 Agustus 2019 Matius 20:20-28
DILAYANI ATAUKAH MELAYANI
Ma’kamaya raka ba’tu dikamayai
Pernahkah anda meminta jabatan tetapi permintaan itu sulit di kabulkan? atau pernahkah anda melihat seseorang yang meminta jabatan karena kedekatannya dengan yang kepadanya ia meminta jabatan? atau pernahkah anda menyaksikan istilah bagi-bagi jabatan pada instansi atau lembaga-lembaga tertentu?
Yohanes dan Yakobus berharap bisa mendampingi Tuhan Yesus dalam kerajaan-Nya. Mungkin mereka merasa bahwa mereka adalah murid terdekat-Nya yang telah meninggalkan segala sesuatu untuk melayani bersama Yesus. Permintaan mereka justru disampaikan pada saat Yesus sedang menggumuli penderitaan salib yang akan dihadapi-Nya (ay. 17-19). Bagi mereka, Tuhan Yesus akan menjadi raja yang akan menghancurkan penjajah Romawi sehingga sangkanya kelak mereka akan memerintah bersama-Nya. Kemarahan sepuluh murid lainnya terhadap Yohanes dan Yakobus menunjukkan bahwa sebenarnya mereka merasakan kecemburuan saat Yohanes dan Yakobus meminta kedudukan tersebut (ay.24). Namun Yesus menegaskan bahwa Kerajaan Surga berbeda dengan pemerintahan dunia. Di dalam dunia orang yang berkuasa yang ingin di layani (ay.25), tetapi dalam konteks Yesus, siapa yang mau melayani dialah yang terbesar, hal itu dinyatakan-Nya bahwa Ia rela mati sebagai tebusan demi keselamatan setiap orang (ay.26-28).
Bagaimana dengan kehidupan kita? Apakah kita telah menjadikan Kekristenan kita sebagai pribadi yang melayani?. Atau apakah kita menjadikan jabatan kita baik sebagai pemerintah, maupun sebagai Majelis Gereja atau pengurus OIG sebagai posisi jabatan yang di layani atau sebagai posisi jabatan yang akan melayani?. Mari kita meraba Keristenan kita apakah selama ini kita harus melayani ataukah harus di layani. Amin
Diposting tanggal 21 Aug 2019
