Rabu, 8 Januari 2020 Efesus 4:1-16 BERSATULAH Tontongkomi sanguyun
Rabu, 8 Januari 2020 Efesus 4:1-16
BERSATULAH
Tontongkomi sanguyun
Kelima jari yang kita miliki, memiliki nama, bentuk, dan kegunaan yang berbeda. Ada yang lebih tinggi dari jari lainnya, sebaliknya ada pula yang diciptakan lebih pendek. Kelima jari tersebut diciptakan unik dan berbeda satu dengan lainnya, tetapi perbedaan tersebut tidak kemudian membuat mereka bergerak sendiri. Dengan setiap kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki, mereka bersatu untuk mencapai tujuan.
Efesus 4:1-16 merupakan bagian surat Paulus yang darinya, kita memperoleh kesan bahwa jemaat di Efesus persekutuannya terancam dengan pengkotak-kotakan. Dalam bacaan kita, Paulus mendorong jemaat untuk memelihara kesatuan dan persaudaraan karena demikianlah pengikut Kristus dikenal. Hilangnya kasih, persaudaraan, dan kesatuan adalah persoalan serius bagi persekutuan karena gereja dipanggil untuk menjadi satu tubuh di dalam Kristus. Perbedaan-perbedaan potensi yang terdapat di jemaat Efesus ternyata tidak dipandang sebagai kekayaan bersama tetapi justru menciptakan kelompok-kelompok yang relasinya kurang baik. Pada konteks inilah, pesan kesatuan jemaat dengan karunia yang beranekaragam menjadi penting disampaikan oleh Paulus. Kesatuan adalah kasih karunia Allah. Untuk mencapai kesatuan, kita harus selalu ingat bahwa semua yang melekat pada diri kita ini adalah pemberian Tuhan.
Sebagai anggota tubuh Kristus, kita pun tidak terluput dari perbedaan. Mulai dari perbedaan warna kulit, suku, karakter, keahlian, dan status sosial. Tetapi di tengah perbedaan tersebut, kita dipanggil untuk saling melengkapi satu dengan lainnya sebagai sepersekutuan dalam Kristus. Solideo. Amin
Diposting tanggal 07 Jan 2020
