Rabu, 27 November 2019 Yeremia 31:1-6 KASIH YANG KEKAL (Pa’kaboro’ Matontongan)
Rabu, 27 November 2019 Yeremia 31:1-6
KASIH YANG KEKAL
(Pa’kaboro’ Matontongan)
Bagi mereka yang ada di perantauan dalam waktu yang cukup lama, pulang kampung adalah kerinduan yang tak tertahankan bagi sebagian besar orang. Pulang kampung mempunyai kesenangan tersendiri karena sekaligus akan pulang mengenang masa-masa kehidupan sejak kecil.
Janji pulang ke kampung halaman dalam perikop ini merupakan janji Allah kepada umat-Nya setelah terbuang karena pemberontakan mereka kepada Allah. Orang banyak ini adalah sisa dari semua keluarga Israel yang akan kembali dari penawanan. Banyak yang di bawa oleh orang Asyur pada tahun 722 SM, yang lain oleh orang Babel pada tahun 605, 597, dan 586 SM. Allah akan membawa mereka kembali karena kasih-Nya yang kekal untuk umat-Nya dan komitmen-Nya pada perjanjian dengan Abraham dan dengan Israel. Israel akan memiliki sukacita, damai sejahtera, kemakmuran, dan persekutuan yang baru di dalam Tuhan. Yeremia melihat perjalanan pulang kembali ke kampung halaman di susul oleh kegembiraan dan persekutuan yang di tebus itu. Semua itu dapat terlaksana karena Tuhan yang melihat umat-Nya dari jauh yakni dari tahkhta-Nya adalah Tuhan yang perkasa yang sanggup memenuhi janji-Nya yakni janji kasih kekal kepada umat-Nya.
Kasih kekal dari Tuhan adalah kasih yang membuat anak-anak-Nya terus menikmati sukacita dalam hidup selama menjadi perantau di bumi ini. Kasih itu yang menggerakkan orang percaya untuk tetap bepengharapan kepada Allah di dalam Kristus Yesus yakni kasih yang tidak lekang oleh zaman dan waktu sampai Allah memanggil kita kembali ke tempat asal kita, sebagaimana kewargaan kita adalah di dalam sorga (bnd. Filipi 3:20)
Diposting tanggal 15 Nov 2019
