Jumat 4 Mei 2018 Kisah Para Rasul 10:34-43 BUAH: DAMAI SEJAHTERA
Jumat, 4 Mei 2018 Kisah Para Rasul 10:34-43
BUAH: DAMAI SEJAHTERA
Banyak orang mengandalkan keberhasilannya dan kemewahannya, tapi tidak sedikit dari mereka bersungut-sungut dibalik semua itu. Banyak juga orang-orang yang memamerkan kekayaannya tapi dibalik semua itu, selalu saja merasa tidak cukup dalam kesehariannya. Orang-orang seperti ini sering kali tidak memahami akan keberhasilan, kekayaannya adalah sebuah bentuk ujian dari Tuhan kepada mereka. Melalui keberhasilan atau kekayaan itu, Tuhan ingin menguji kesetiaan dan rasa syukur dari kita, atau yang dimegahkan adalah diri kita sendiri bukan Allah yang adalah sumber dari segala kekayaan dan keberhasilan itu.
Lanjutan dari renungan kemarin, kali ini Petrus memulai pemberitaannya. Pemberitaannya adalah pemberitaan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang (ayat 36). Yang diberitakan Petrus adalah Firman damai sejahtera bagi semua orang. Bahwa Kristus tidak membedakan orang. Semua orang dapat menjadi alat-Nya untuk memberitakan Firman kebenaran Allah. Petrus ingin menekankan bahwa setiap orang bisa menjadi alat pemberitaan Firman kebenaran Allah, Firman yang membawa damai sejahtera bagi semua orang.
Pemberitaan Firman dapat dilakukan oleh setiap orang. Terlebih orang yang telah diberikan berkat dengan berbagai kesuksesan. Kesuksesan dapat dijadikan pintu masuk untuk pemberitaan Injil. Kesuksean itu bagaikan pedang bermata dua: ia bisa menjadi alat pemberitaan kebenaran Allah, namun bisa juga menjadi batu sandungan bagi kita jika kita tidak menerimanya dengan penuh rasa syukur di hadapan Dia yang adalah sumber kesuksesan dan keberhasilan itu. Tidak jarang orang jatuh pada pencobaan yang kedua itu, sehingga Petrus kembali mengingatkan kita. Bahwa Dia yang adalah sumber berkat, memberikan kita tanggungjawab dengan apa yang kita miliki. Amin
Diposting tanggal 03 May 2018
