Membuni Karapuak
Karapuak (bahasa Toraja) adalah sejenis burung dan unggas liar yang sering diburu untuk dimakan. Ketika diburu ia seringkali luput/selamat, namun banyak kali juga tertangkap. Mengapa tertangkap? Sebab ketika ia bersembunyi tidak seluruh tubuhnya tersembunyi. Ia sudah merasa aman jika kepalanya tak kelihatan lagi, walaupun ekor dan tubuhnya masih nampak jelas terlihat. Betapa lucu dan menggelikannya gaya bersembunyi unggas yang satu ini.
Seringkali manusia juga berlaku seperti karapuak: menyembunyikan (kesalahan) yang tak tersembunyi. Ini yang sering dinamakan membuni karapuak (artinya: bersembunyi ala karapuak). Dengan bersembunyi, orang lain tidak mengetahui kesalahan kita. Di hadapan sesama manusia kadang-kala upaya ini cukup berhasil, tetapi kadang kala juga tidak. Yang menggelikan, hal tersebut seringkali dilakukan di hadapan Allah juga; seolah-olah Allah tidak melihat kejahatan/kesalahan kita.
Bangsa Israel pada zaman Yesaya melakukan hal yang sama. Mereka suka menyembunyikan kebejatan moral mereka di hadapan Tuhan. Dengan apa mereka menyembunyikannya? Dengan ibadah dan korban-korban bakaran. Sangka mereka, dengan ibadah-ibadah perayaan dan korban-korban sembelihan yang banyak dan gemuk Allah dapat mengabaikan atau tidak melihat semua kejahatan mereka. Tetapi ternyata tidak! Allah bukan saja tidak suka melainkan Ia benci bahkan jijik melihat ibadah/perayaan dan semua korban persembahan itu (ayat 11-13). Sebab itu Allah menyebut mereka manusia Sodom dan Gomora (bnd. Kej 18:20): manusia yang bergelimang dengan kejahatan.
Bagaimana dengan kita? Adakah kita pun seringkali berlaku demikian? Ingatlah, tidak ada sesuatupun yang tersembunyi di mata Tuhan. Tidak ada ruang dan waktu dalam hidup kita yang tidak dilihat-Nya. Tidak ada tempat untuk bersembunyi; jangankan membuni karapuak, lari dan bersembunyi ke dunia orang mati pun tidak! (Ayub 14:13; 26:6; Amsal 15:15)
Doa
Tuhan, tidak ada yang tersembunyi di hadapanMu. Hidup dan hati kami terlihat jelas di mataMu. Kemana dan dimanapun hamba-hambaMu ini berada, di situ Tuhan ada. Pun tak tersembunyi di hadapanMu betapa kami banyak bergelimang dengan dosa. Sudah tentu, Engkau benci dan jijik melihat dosa-dosa kami. Ampunilah kiranya dosa-dosa kami Tuhan; ajarlah kami ini untuk belajar hidup menurut kehendakMu dalam keluarga kami. Amin!
Diposting tanggal 29 Mar 2016
