Selasa, 11 Agustus 2020 Mazmur 28:6-9 TUHAN PERISAIKU Puangmo Balulangku
Selasa, 11 Agustus 2020 Mazmur 28:6-9
TUHAN PERISAIKU
Puangmo Balulangku
“Berterima kasih” sudah diajarkan sejak kecil sebagai sebuah pernyataan atau pengakuan akan peran dan perhatian seseorang kepada kita. Sama halnya dengan bersyukur. Diungkapkan sebagai pengakuan akan peran dan karya Tuhan dalam setiap perjalanan hidup kita.
Pemazmur memanjatkan doa permohonannya kepada Tuhan (ay.6-9). Ia bersyukur atas dikabulkannya permohonannya. Tuhan telah mendengar permohonannya di tengah kesesakan. Pujian pemazmur merupakan pengakuan dan pernyataan tentang siapa Tuhan bagi diri pemazmur dan bagi semua umat-Nya. Ada dua kata yaitu perisai dan kekuatan. Perisai adalah alat untuk melindungi diri atau alat untuk menangkis senjata dari pihak musuh. Pengakuan yang sangat dalam tentang Tuhan menjadi kesaksian pemazmur sekaligus menjadi ajakan bagi semua orang percaya untuk mempercayai Tuhan satu-satunya perisai dan kekuatan yang layak diandalkan. Mazmur ini kembali ditutup dengan doa permohonan namun bukan lagi doa pribadi pemazmur tetapi doa yang bersifat universal (ay.9)
Ungkapan “Tuhan perisaiku” bukan sekedar pengakuan di bibir tetapi harus dengan yakin mempercayai Tuhan sepenuhnya dan tidak mengandalkan yang lain. Meskipun kadang kita merasa bahwa Allah tidak mendengarkan doa kita, akan tetapi semua akan baik-baik saja selama kita terus menghampiri Dia melalui Kristus. Karena itu jadikanlah Tuhan sebagai perisai dan kekuatan dalam hidup kita. Jangan mengandalkan yang lain tetapi tetaplah mempercayakan hidupmu kepada-Nya karena di dalam Dia ada kekuatan yang tak terkalahkan oleh siapapun. Tetaplah percaya kepada Tuhan. Amin
Diposting tanggal 06 Aug 2020
