Bahan Khotbah Minggu Ke-45 Tanggal 08 November 2020 PERKATAAN YANG MENGHIBURKAN Buangan Kada tu Mepakananna’

Bahan Khotbah Minggu Ke-45 Tanggal 08 November  2020
PERKATAAN YANG MENGHIBURKAN
Buangan Kada  tu Mepakananna’

Bacaan Mazmur : Mazmur 78:1-11
Bacaan 1   : Amsal 6:16-19
Bacaan 2   : 1 Tesalonika 4:13-18 (Bahan Utama)
Bacaan 3 : Matius 25:1-13
Nas Persembahan   : Mazmur 28:7
Petunjuk Hidup Baru : 1 Tesalonika 4:1

Tujuan:

  1. Jemaat memahami bahwa firman Allah adalah sumber kebenaran dan kebaikan
  2. Jemaat selalu memperkatakan firman Allah dan saling menguatkan dengan perkataan perkataan yang membangun dan meneguhkan.

Pemahaman Teks
Mazmur 78:1-11 berbeda dengan kelompok mazmur lainnya yang berisi doa, nyanyian ataupun pengakuan dosa. Mazmur ini lebih merupakan penuturan ulang tentang sejarah hidup yang dilalui oleh umat Israel dan juga kehidupan keluarga Daud. Aspek penting dari mazmur ini adalah pengajaran yang dituturkan secara berulang kepada generasi ke generasi dengan tujuan umat dalam setiap masanya selalu insaf betapa penting ketaatan, relasi yang benar dengan Allah. Penutur mazmur ini dengan terus terang mengungkapkan tentang perbuatan-perbuatan Allah yang dasyat dalam hidup umatNya tetapi respons umat nenek moyang Israel ialah pemberontakan, kekerasan hati, yang justru membangkitkan murka Allah. Harapan besar dari pemazmur bahwa dengan memperkatakan semuanya itu, generasi pelanjut dari umat Israel tidak lagi mengikuti jejak nenek moyang mereka yang salah tetapi menjalani masa depan dengan ketaatan dan kesetiaan pada Allah dan segala hukum-hukumNya.

Amsal 6:16-19 masuk dalam kategori wejangan, nasihat untuk mencari hikmat dan sepertinya ditujukan kepada generasi yang lebih muda dari penutur amsal. Hal ini nampak dalam ungkapan, “hai, anakku…”  Puncak dari pencarian hikmat itu ialah manusia semakin mengenal Allah dan takut padaNya. Dalam teks ini penutur amsal mengingatkan tentang hal-hal negative yang dapat merusak relasi dengan Allah dan membuyarkan upaya manusia menemukan hikmat yang benar. Kesemuanya (hal yang menjadi kekejian bagi Allah: ayat 16-19, haruslahdi hindari karena hanya akan menimbulkan masalah dalam hidup mereka).

1 Tesalonika 4:13-18 selain berisi pujian atas iman jemaat Tesalonika, bagian yang juga amat penting dari surat Paulus ini ialah bagaimana hidup Kristiani dijalani dalam pengharapan tentang kedatangan Tuhan kembali (Parousia). Dalam teks bacaan ini, Paulus berbicara tentang realitas kematian yang akan dihadapi setiap orang termasuk orang-orang percaya. Kematian yang selalu mendatangkan tanya dan dukacita karenanya perlu memperoleh penghiburan. Bagi Paulus, dalam realitas seperti itu penghiburan orang percaya terletak pada janji Allah, perkataan Allah  tentang kebangkitan orang mati di dalam Kristus dan kehidupan baru bersama-sama dengan Kristus.

Matius 25:1-13 adalah pengajaran Yesus tentang apa yang akan di alami pada waktu menjelang kedatangan Anak Manusia (Yesus Kristus kembali). Masa-masa sulit dalam penantian tidak jarang justru membuat iman, pengharapan dan kasih menjadi kendor atau lemah. Pengajaran Yesus tentang kedatangan Anak Manusia (mempelai jemaat-Nya) dengan 10 gadis yang menunggu (ada yang bijak dan ada yang bodoh) adalah menyangkut kesiapan diri atau kesiagaan diri orang percaya dalam menanti kedatangan-Nya. Kualitas hidup percaya, yakni “ibarat pelita yang terus menyala” menjadi bagian terpenting dalam waktu penantian. Orang-orang yang memperhatikan kualitas berimannya adalah orang-orang yang bijaksana, orang yang memperhatikan dan menghidupi apa yang telah Allah katakan.

Korelasi seluruh bacaan di atas telah memperlihatkan sebuah benang merah yang menghubungkan tema, tujuan dan garis besar perikop, yakni betapa pentingnya kata-kata yang membangkitkan pengharapan, yang menjadikan seseorang bijaksana dan optimis menghadapi masa depan dalam relasi yang benar dengan Allah dan sesama.

Garis Besar Khotbah

  1. Realitas: terlihat jelas kegalauan dan kegamangan dalam kehidupan kini dalam hubungannya dengan perjalanan menghadapi masa mendatang. Pemazmur dihinggapi kecemasan kalau-kalau generasi muda Israel menempuh cara hidup nenek moyangnya yang tidak berlaku setia pada Allah. Demikian pula dengan penulis amsal yang merasa was-was kalau-kalau generasi penerus merusak relasi dengan Allah dan sesama dengan segala bentuk yang menjijikkan di hadapan Allah. Orang-orang Kristen Tesalonika pun bertanya-tanya tentang kebenaran hidup di balik peristiwa kematian. Dan dalam hubungan dengan segenap kekuatiran tersebut, benarkah Kristus akan datang kembali? (bnd. Mat.25)
  2. Pengharapan: Allah menjaminkan masa depan yang lebih baik (penuh harapan). Apakah yang diharapkan oleh pemazmur dan penulis amsal dengan memperkatakan sejarah yang telah dilalui Israel kepada generasi muda? Tidak lain ialah mereka dapat menikmati berkat-berkat Tuhan dalam kesetiaan, ketaatan dan takut akan Tuhan. Apakah yang diharapkan oleh Paulus dan Yesus dengan pengajaran tentang Kedatangan Anak Manusia atau Parousia? Tidak lain ialah agar jemaat percaya sepenuhnya, bahwa Yesus pasti akan datang kembali dan orang-orang yang meninggal sebelum kedatangan-Nya tidak terpisahkan dari kasih Kristus dan semua orang percaya yang menanti dengan tekun setia, akan masuk dalam kemuliaan-Nya.
  3. Respons: Apakah yang harus dilakukan bila hidup dihinggapi seribu macam tanya dan kekuatiran?  Kebenaran firman Tuhan mengajarkan:
  • Saling menguatkan dan menghiburkan dengan perkataan – perkataan, pengajaran yang benar terlebih dari kebenaran firman Allah (bnd. 1 Tes.4:13-18)
  • Mengingat segala karya Tuhan dalam hidup dan mensyukuri-Nya (bnd. Bacaan Mazmur 78:1-7)
  • Menjaga kualitas hidup beriman, dengan menghidupi firman dan janji Tuhan (Bnd. Matius 25:1-13).
  • Setia memperkatakan, menuturkan pengalaman-pengalaman hidup dan memberi teladan kebaikan bagi generasi penerus (bnd. Amsal 6:16-19).

Diposting tanggal 06 Nov 2020

Daftar Artikel

Bumi kita menuju kepunahan. Dalam sisa waktu hidup masing-masing kita, mungkin keadaan bumi yang pal.....

Selengkapnya ..

Seringkali manusia juga berlaku seperti karapuak: menyembunyikan (kesalahan) yang tak tersembunyi. I.....

Selengkapnya ..

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi merek.....

Selengkapnya ..

Dolar yang pertama memang milikNya, tetapi yang kedua ini adalah hadiah bagi-Nya dari saya......

Selengkapnya ..

Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiark.....

Selengkapnya ..

Buku New Testament Theology oleh Donald Guthrie terbit dalam bahasa Ingris pada tahun 1981 dan menja.....

Selengkapnya ..

Buku New Testament Theology oleh Donald Guthrie terbit dalam bahasa Ingris pada tahun 1981 dan menja.....

Selengkapnya ..

Terdapat perbedaan antara Ilmu Teologi Kristen dan Ilmu Religi. Ilmu Teologi Kristen mempunyai titik.....

Selengkapnya ..

Menerjemahkan paham dan istilah-istilah Teologi dalam bahasa Indonesia bukanlah hal yang mudah. Kosa.....

Selengkapnya ..

Karya ini adalah refleksi atas pengalaman selama dua puluh tahun lebih (1962-1980-an) di dalam tugas.....

Selengkapnya ..

Budaya nenek moyang orang Toraja terbentuk dengan latar belakang suatu sistem religi atau agama suku.....

Selengkapnya ..

Dalam tulisan ini, penulis mencoba melangkah lebih lanjut dari sebuah tafsiran dengan sebuah kerangk.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...