Bahan Khotbah Minggu Ke-44 Tanggal 1 November 2020 ALLAH ADA DI TENGAH-TENGAH KAMU Ma’dioren Tu Puang Matua lan Tangnga-Tangami

Bahan Khotbah Minggu Ke-44 Tanggal 1 November 2020
ALLAH ADA DI TENGAH-TENGAH KAMU
Ma’dioren Tu Puang Matua  lan Tangnga-Tangami

Bacaan Mazmur : Mazmur 107:1-9
Bacaan 1   : Yosua 3:7-17 (Bahan Utama)
Bacaan 2   : 1 Tesalonika 2:1-12
Bacaan 3 : Matius 3:1-12
Nas Persembahan   : Mazmur 107:8-9
Petunjuk Hidup Baru : Yosua 3:7

Tujuan:

1.Jemaat mengimani bahwa Allah selalu beserta kita.

2.Jemaat senantiasa menjadikan Allah sebagai Penolong dalam berbagai situasi hidup.

Pemahaman Teks.
Mazmur 107:1-9 merupakan ajakan yang sekaligus sebuah tantangan bagi umat Tuhan untuk bersyukur kepada Allah. Bukan tanpa alasan hal itu dikemukakan oleh pemazmur, sebab Allah telah bertindak menebus mereka dari dosa, mengumpulkan mereka kembali yang tercerai berai akibat ketidaksetiaan mereka dan menuntun mereka kepada jalan lurus, jalan menuju kehidupan di mana kedahagaan mereka akan kebaikan, kasih dan kebenaran dipuaskan. Alasan dari tindakan Allah itu ialah kasih setiaNya dan kebaikkanNya yang tidak membiarkan umatNya hidup tanpa arah, lelah dalam perjalanan hidup tanpa tujuan dan  merana karena jiwa, hati yang kering dan hampa tanpa kemurahan Allah.

Yosua 3:7-17 meriwayatkan bahwa saat bangsa Israel di bawah kepemimpinan Yosua berkemah di tepi sungai Yordan untuk memasuki Kanaan, Tuhan datang kepada Yosua dengan janji dan jaminanNya bagi Yosua dan bangsa Israel. Kepada Yosua, Allah menjanjikan untuk membesarkan namanya sebagai pemimpin yang dipilih-Nya dan menyertainya mengemban tugas kepemimpinannya atas Israel seperti yang telah Allah lakukan atas Musa. Lalu kepada bangsa Israel, Allah menjaminkan kehadiranNya dalam perjalanan mereka dengan tanda-tanda yang dahsyat melalui perintah yang disampaikanNya, seperti air tasik teberau yang terbelah dan ketika tabut Allah yang diangkat oleh imam saat menyeberangi sungai Yordan, ternyata menghentikan aliran sungai Yordan untuk sementara waktu.

1 Tesalonika 2:1-12 meriwayatkan tentang semangat pelayanan rasul-rasul termasuk Paulus dalam memberitakan Injil dan merintis lahirnya jemaat-jemaat termasuk di Tesalonika. Paulus memberi kesaksian kepada jemaat tentang pertolongan Tuhan yang telah menolong Paulus menghadapi masa-masa sulit dan terus memampukannya memberitakan Injil dan memelihara kehidupan jemaat yang merupakan buah dari pemberitaan injil itu sendiri.  Bagi Paulus,  Allah-lah yang telah memberi wibawa sebagai pemberita Injilnya. Karena itu ia percaya bahwa Allah-lah yang akan memampukannya membagikan Injil seperti seorang bapa kepada anak-anaknya.

Matius 3:1-12 meriwayatkan bagaimana Tuhan memilih Yohanes untuk menunaikan tugas  mempersiapkan jalan bagi Tuhan  (jalan pertobatan) dan kesaksian tentang pribadi yang berkuasa yang akan datang untuk menghakimi. Dalam mengemban tugasnya, Yohanes memposisikan diri sebagai hamba yang tidak layak (budak, suruhan). Menurutnya, oleh kemurahan Allah sajalah, sehingga kemudian ia diperkenankan untuk menjadi seorang utusan. Keberanian yang Allah berikan dan wibawa sebagai seorang utusan, telah memampukannya menyerukan pertobatan dengan tegas. Tak heran jika banyak orang memberi diri dibaptiskan oleh Yohanes. Kekuatan Yohanes terletak pada kuasa dari Sang Pemberi tugas yang diakuinya jauh lebih besar dan lebih mulia dari dirinya.

Korelasi: Dalam keempat bacaan dapat terlihat jelas menggambarkan karya dan tindakan Allah dalam kehidupan umat-Nya melalui utusan-utusanNya dan melalui karya-Nya yang begitu nyata.

Pokok-pokok pengembangan khotbah:

1.    Realitas: manusia, baik sebagai pribadi maupun secara bersama dalam menjalani hidup dan mengemban tugas ternyata kerap diperhadapkan dengan tantangan, ancaman dan kesukaran seperti yang dialami pemazmur, Paulus, Yosua dan juga Yohanes. Dalam kondisi demikian, pertolongan Tuhan menjadi sebuah yang paling dinantikan. Pertolongan Tuhan yang mengutus para utusan.

2.   Pengharapan: Allah menjaminkan tindakan-Nya dalam hidup umat pilihan. Sebuah jaminan akan kepedulian dan keberpihakan Allah yang membuat mereka terkagum-kagum menyaksikannya. Bahkan Allah sendiri yang membesarkan nama orang-orang pilihan, sebagai pemimpin yang dipilih dan diutus Allah.

3.   Respons: kesediaan Allah untuk hadir sebagai sumber pertologan dan hadir dalam segala pergumulan hidup umatNya, membuat umat Tuhan seharusnya tetap berseru tanpa henti pada Tuhan. Seperti kata pemazmur, “Berserulah kepadaNya!”, seperti Yosua mendengar dan melakukan apa yang diperintahkanNya, seperti Yohanes yang merendahkan diri sebagai hamba yang tak layak dan seperti Paulus yang terus bekerja memberitakan Injil.


Diposting tanggal 27 Oct 2020

Daftar Artikel

Aksi anak kecil ini kemudian menginspirasi berdirinya banyak lembaga bantuan sosial untuk menggalang.....

Selengkapnya ..

Bumi kita menuju kepunahan. Dalam sisa waktu hidup masing-masing kita, mungkin keadaan bumi yang pal.....

Selengkapnya ..

Seringkali manusia juga berlaku seperti karapuak: menyembunyikan (kesalahan) yang tak tersembunyi. I.....

Selengkapnya ..

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi merek.....

Selengkapnya ..

Dolar yang pertama memang milikNya, tetapi yang kedua ini adalah hadiah bagi-Nya dari saya......

Selengkapnya ..

Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiark.....

Selengkapnya ..

Buku New Testament Theology oleh Donald Guthrie terbit dalam bahasa Ingris pada tahun 1981 dan menja.....

Selengkapnya ..

Buku New Testament Theology oleh Donald Guthrie terbit dalam bahasa Ingris pada tahun 1981 dan menja.....

Selengkapnya ..

Terdapat perbedaan antara Ilmu Teologi Kristen dan Ilmu Religi. Ilmu Teologi Kristen mempunyai titik.....

Selengkapnya ..

Menerjemahkan paham dan istilah-istilah Teologi dalam bahasa Indonesia bukanlah hal yang mudah. Kosa.....

Selengkapnya ..

Karya ini adalah refleksi atas pengalaman selama dua puluh tahun lebih (1962-1980-an) di dalam tugas.....

Selengkapnya ..

Budaya nenek moyang orang Toraja terbentuk dengan latar belakang suatu sistem religi atau agama suku.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...