Kamis, 9 Januari 2020 Kisah Para Rasul 9:1-9 ANIAYA UMAT= ANIAYA TUHAN Kadipakario-rioanna kombongan= kadipakario-rioanna Puang
Kamis, 9 Januari 2020 Kisah Para Rasul 9:1-9
ANIAYA UMAT= ANIAYA TUHAN
Kadipakario-rioanna kombongan=kadipakario-rioanna Puang
Olive Moore, penulis Inggris abad ke-19, menulis kata-kata ini: “Hati-hatilah menggunakan kebencian….Kebencian adalah hasrat yang membutuhkan seratus kali energi cinta. Pakailah hanya untuk membenci masalah, bukan orang. Pakailah hanya untuk membenci sikap tidak toleran, ketidakadilan, kebodohan”.
Kebencian yang diperlihatkan oleh Saulus terhadap orang percaya menjadikannya sebagai kekuatan untuk menghancurkan orang percaya. Monster ganas, barangkali itulah istilah tepat untuk melukiskan seorang Saulus sebelum ia bertemu Yesus. Betapa tidak, Alkitab melukiskan bagaimana Saulus memasuki rumah demi rumah, menyeret orang-orang percaya, dan memenjarakan mereka. Alkitab melukiskan betapa Saulus dengan semangat berkobar-kobar serta didukung oleh surat kuasa dari Imam Besar, pergi untuk menangkap dan membunuh setiap orang yang mengikuti Jalan Tuhan (ay.1-2). Sungguh ganas dan mengerikan. Saulus boleh saja punya semangat, punya rencana, dan dukungan Imam Besar, tetapi rencana tinggal rencana ketika ia kemudian bertemu dengan Imam Besar dan Pemilik Kuasa yang sesungguhnya. Segala sesuatu yang ia rencanakan pupus dengan segera. Di hadapan Yesus, Saulus terkapar di tanah dan tidak berdaya. Jangankan mencari dan menangkap orang-orang percaya, melihat pun ia tidak dapat (ay.8-9).
Kebencian terhadap sesama adalah kebencian terhadap Tuhan. Menganiaya umat Tuhan sama dengan menganiaya Tuhan. Karena itu, Tuhan tidak akan membiarkan umat-Nya dibenci, disiksa dan dihina sebab ia menjajikan keselamatan kepada siapa yang percaya kepada-Nya. Amin
Diposting tanggal 07 Jan 2020
