Jumat, 3 Juli 2020 Roma 7:7-12 TUJUAN HUKUM TAURAT Patunna Sukaran Aluk
Jumat, 3 Juli 2020 Roma 7:7-12
TUJUAN HUKUM TAURAT
Patunna Sukaran Aluk
Bisa dibayangkan jika dalam suatu persidangan gerejawi yang besar seperti SSA lalu tidak ada tata tertib persidangan. Peserta akan seenaknya berbicara, bebas keluar masuk ruang sidang bahkan pengambilan keputusan sangat sulit karena tidak ada aturan yang mengikat.
Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah Taurat itu dosa, apakah baik dan benar, Paulus menjelaskan bahwa bukanlah dosa melainkan olehnya seseorang dapat mengenal dosa (ay.7-8). Tetapi ketika perintah atau aturan itu dibuat maka dalam diri seseorang lahirlah keinginan-keinginan. Artinya, seseorang bebas untuk melakukan apa yang ia mau. Karena sejak aturan itu diadakan seseorang belum tahu yang dilakukan itu benar atau tidak. Paulus menyebutnya dosa itu mati (ay.8). Ketika ada aturan hukum Taurat maka dosa itu menjadi hidup. Karena adanya hukum Taurat sesorang sadar bahwa yang dilakukan selama ini adalah dosa ataupun sebaliknya bahwa yang dilakukan selama ini ternyata sudah benar. Setelah itu tidak ada lagi kebebasan bagi sesorang untuk melakukan sesuatu. Semuanya harus berdasarkan aturan dan itulah yang dimaksud Paulus bahwa dari Taurat itu aku mati (ay.10). Paulus menyimpulkan bahwa perintah hukum Taurat itu baik dan benar karena menuntun seseorang untuk melakukan kebaikan dan kebenaran.
Dari uraian Paulus tersebut kita disadarkan bahwa betapa pentingnya hukum Taurat dan firman Tuhan dihidupi dengan kesungguhan hati agar hidup keimanan kita semakin memuliakan Allah dan menyerupai karakter Kristus, dan tidak terikat dengan kewajiban menjalankan hukum Taurat seperti orang Yahudi. Tuhan di muliakan. Amin
Diposting tanggal 30 Jun 2020
