PP.PPGT MENGIKUTI PERTEMUAN RAYA PEMUDA GEREJA (PRPG) DI WAIKABUBAK
Pertemuan Raya Pemuda Gereja atau yang sering disebut PRPG sebagai Pra Sidang Raya Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) XVII yang dilaksanakan pada tanggal 2-5 Nopember 2019 di Gereja Kristen Sumba Waikabubak, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur dengan tema “Aku Adalah Yang Awal Dan Yang Akhir” dengan sub tema: Bersama seluruh warga bangsa, gereja memperkokoh NKRI yang demokratis, adil, dan sejahtera bagi semua ciptaan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
Kegiatan ini bertujuan menciptakan ruang perjumpaan oikumenis dalam membangun visi bersama dalam merespon berbagai pergumulan yang menjadi tantangan bersama sebagai orang Kristen di tengah bangsa maupun dalam keberadaannya sebagai manusia di tengah muka bumi ini untuk 5 tahun ke depan. Hal ini juga merupakan momentum untuk merayakan kasih dan penyertaan Tuhan dalam semangat kebersamaan sebagai kesatuan tubuh Kristus dalam sebuah pesta iman, berbagi pengalaman pencapaian maupun dalam tantangan dalam pelayanan di antara para utusan pemuda gereja anggota PGI, berkontribusi menentukan arah dan kebijakan PGI periode 2019-2024 yang tidak hanya menjawab kepentingan dan kebutuhan orang muda namun juga dalam rangka mewujudkan peran gereja-gereja anggota PGI maupun PGI sebagai lembaga ditengah masyarakat, memperkuat komitmen bersama dalam upaya mempersiapkan kader-kader orang muda Kristen yang berintegritas serta berwawasan oikumenis, membangun komitmen untuk kerja kolaboratif antar jaringan pemuda lintas denominasi & merekomendasikan orang muda terbaik yang akan menjadi representasi pemuda gereja sebagai anggota Majelis Pekerja Harian (MPH).
PRPG ini dihadiri oleh perwakilan pemuda dan pendamping remaja dari Sinode-Sinode di bawah PGI. Beberapa anggota PPGT juga ikut serta mengambil bagian menjadi Pandu dalam Sidang Raya Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia XVII saat ini. Adapun beberapa isu penting yang dibahas dalam PRPG ini, yaitu:
1. Milenial, Pasca Milenial dan Masa Depan Indonesia (oleh Andi Zain dan Robertus Theodore)
2. Kaderisasi dan Distribusi Kader (oleh Yanedi Jagau dan Febri Calvin Tetelepta)
3. Berbakti Lewat Karya, Memelihara Nilai dan Menebar Inspirasi (oleh Dr. Yansen Tipa Padan)
4. Beragama dan Berbangsa sebagai sub tema kegiatan (oleh Alissa Wahid)
5. Tema Sidang Raya (oleh Pdt. Dr. Andreas Anangguru Yewangoe)
Harapan untuk PRPG berikutnya ialah dengan melihat jumlah kehadiran peserta yang sangat minim agar ditingkatkan sehingga betul-betul terbangun komitmen untuk memelihara persekutuan dalam semangat oikumenis. Pertemuan ini perlu memiliki visi bersama dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pemuda gereja dalam rangka meningkatkan kapasitas.
Saran serta evaluasi untuk kegiatan PRPG selanjutnya sebaiknya diadakan dalam bentuk yang lainnya misalnya kegiatan sosial atau baksos dan jika dimungkinkan dapat dilaksanakan di luar ruangan sehingga tidak hanya dalam ruangan tertutup, duduk dan mendengarkan materi tetapi mungkin lebih fleksibel untuk menjawab tantangan generasi milenial, ungkap Paulus salah satu peserta PRPG.
Diposting tanggal 06 Nov 2019
