Selasa, 8 Mei 2018 1 Timotius 6:13-16 MEMULIAKAN ALLAH
Selasa, 8 Mei 2018 1 Timotius 6:13-16
MEMULIAKAN ALLAH
Tidak jarang orang melakukan kebaikan untuk dirinya sendiri. Sikap altruistik (melakukan kebaikan) menjadi semacam tameng belaka, karena dibalik itu kita sebenarnya ingin mendapat pujian dan ingin diakui oleh orang lain. Dibalik sikap altruistic itu ada egoistik yang lebih cenderung dari altruistik itu sendiri. Bahkan tidak jarang kita sendirilah yang mengambil kemuliaan itu dari hadapan Allah. Kalimat “kenna tangngia aku,” sering kali kita dengarkan. Kalimat yang sering kali menggambarkan keegoan kita terhadap suatu pencapaian yang telah diraih bersama.
Lalu apa kata firman Allah kepada kita? bagiNyalah hormat dan kuasa yang kekal. Artinya sumber atas semua pencapaian yang kita raih, baik itu secara individu pun dalam kehidupan bersama. Turutilah segala perintah Allah itu maka kesuksesan itu akan datang kepadamu. Namun hormat dan kemuliaan dari setiap yang ada itu hanya untuk Dia. Setiap kebaikan yang telah kita perbuat adalah demi untuk kemuliaan Allah yang adalah sumber kebaikan itu sendiri.
Semestinya setiap kebaikan yang kita lakukan itu adalah demi menceritakan Allah yang adalah sumber kebaikan itu. Tindakan yang baik bukan untuk kemuliaan invidual atau kelompok tertentu. Kita sering kali terjebak pada memuliakan diri ketika melakukan kebaikan. Oleh karena itu, kita senantiasa diingatkan untuk tidak melakukan kebaikan karena ingin dipuji karena pada akhirnya kita mengambil kemuliaan itu dari Allah. Tidak mengambil kemuliaan dari hadapan Allah, secara sadar mengajarkan kita untuk tetap hidup dengan rendah hati. Mengakui kekuasaan Allah yang menggerakkan kita dalam melakukan kebaikan, adalah sebuah sikap yang memuliakan Allah. Kiranya kita dimampukan untuk menebar kebaikan di muka bumi ini. Amin
Diposting tanggal 03 May 2018
