KEMURAHAN-MU KESELAMATANKU (Kamasokanan-Mi iamo Kasalamaranku)

Bahan Khotbah Ibadah Hari Natal (pagi), Minggu, 25 Desember 2016

“KEMURAHAN-MU KESELAMATANKU”

(Kamasokanan-Mi iamo Kasalamaranku)

(Perayaan Natal Pagi)

 

  • Mazmur Pujian            : Mazmur 97:6-12
  • Bacaan 1                    : Yesaya 62:6-12
  • Bacaan 2                    : Titus 3:1-7 (Bahan Utama)
  • Bacaan 3                    : Lukas 2:8-20
  • Nas persembahan       : Matius 2:11
  • PHB                           : Yesaya 62:10

 

Tujuan:

  1. Agar jemaat memahami, bahwa kelahiran Yesus bukti kemurahan Kasih dan rahmat-Nya yang menyelamatkan.
  2. Agar jemaat mengalami dan menghayati keselamatan sebagai anugerah Allah semata.
  3. Agar jemaat menghidupi keselamatannya dalam ucapan syukur.
  4. Agar jemaat merayakan Natal demi kemuliaan Tuhan.

Pemahaman Teks

Untuk membantu memahami hubungan antara Allah dengan manusia, kita bisa mengambil gambaran-gambaran hubungan yang mudah kita kenal, misalnya: Sebagai Raja terhadap rakyatnya, sebagai gembala terhadap domba-dombanya, juga sebagai dua pihak yang membuat perjanjian. Hubungan antara dua pihak yang membuat perjanjian tidak hanya berarti hubungan hukum, tetapi juga sebagai hubungan kasih, yaitu sebagai bapa dan anaknya atau sebagai suami dan istri.

Dalam Keluaran 4:22 disebutkan, bahwa Israel adalah anak Allah yang sulung. Hubungan itu menegaskan bahwa hubungan antara Allah dengan Israel tidak dapat dilihat sebagai hubungan kekerabatan atau hubungan darah daging, melainkan sebagai hubungan hukum. Israel diangkat menjadi anak Allah oleh pengangkatan Allah sendiri. Itu berarti dasar hubungan Allah dengan Israel adalah semata-mata kasih karunia dan kemurahan Allah. Dalam Kasih Karunia itu Allah berkenan memilih Israel menjadi anak-Nya sekalipun Israel tidak punya hak untuk diperlakukan sebagai anak. Di sinilah Israel disebut anak sulung, artinya oleh anugerah Allah, Israel dijadikan ahli waris milik Allah yang berhak menerima kebebasan dan bukan perbudakan, dan harta waris baginya adalah tanah Kanaan, yang kemudian disebut milik pusaka Allah (2 Sam 14:16; 21:3). Lebih tegas disebutkan dalam Hosea 11:1, “Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.” Pernyataan ini menegaskan hubungan Bapa-anak bukan dipandang sebagai hubungan hukum tetapi sebagai hubungan kasih. Tuhan mengasihi Israel bukan karena terpaksa, melainkan karena pilihan kasih karunia-Nya yang diberikan dengan sukarela.

Allah telah menyatakan diri sebagai sekutu dan sebagai penyelamat umat-Nya, yang telah dinyatakan dengan memenuhi janji-Nya dalam kedatangan Juruselamat. Dengan Firman yang menjadi manusia (Firman yang menjadi daging), hakikat Allah menjadi nyata kepada dunia bahwa Perjanjian Allah benar-benar nyata, benar dan tidak terbantahkan lagi. Yesus Kristus adalah Allah sejati dan manusia sejati dalam Firman dan karya-Nya sebagai Kepala Perjanjian yang menyatakan Allah sebagai Penyelamat Umat-Nya. Dalam Matius 1:21, Yusuf diperintahkan untuk memberi nama kepada anak yang akan dilahirkan Maria “Yesus”, dalam bahasa Ibrani, Yehosyua, yang berarti “Tuhan menolong”, yaitu menolong umat-Nya. Dalam PL, ada 2 (dua) orang yang bernama Yehosyua yang dipakai Tuhan untuk menolong umat-Nya. Yang pertama adalah Yosua bin Nun, pengganti Musa yang diperkenankan membawa bangsa Israel memasuki tanah Kanaan (Yos 1:1-10). Yang kedua adalah Yosua bin Yosadak, yang menjadi Imam besar dan yang bersama-sama dengan Zerubabel mengembalikan bangsa Israel dari tanah pembuangan di Babel (Zak 3:1-5). Melalui kedua orang tersebut Tuhan Allah berkenan memberi pertolongan kepada umat-Nya masuk ke tanah kanaan, yang seorang dari tanah perhambaan di Mesir dan yang seorang dari pembuangan di Babel. Bagi kita Juruselamat yang disebut “Yesus” atau “Yosua” yang berarti Tuhan menolong, menunjuk kepada karya Kristus yang menolong dan melepaskan umat-Nya dari perhambaan dosa dan maut, sekaligus mengantar kita ke tanah Kanaan yang kekal. Karena itu malaikat memerintahkan Yusuf untuk memberi nama anak itu “Yesus”, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka (Mat 1:21). Sama halnya dalam Lukas 2:11, ketika malaikat memberitakan kepada para gembala di Efrata, bahwa pada hari itu telah lahir bagi mereka Juruselamat, karena Ia menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka (Mat 1:21), bahkan juga menyelamatkan dunia (1 Yoh 4:14). Itulah sebabnya Kristus disebut Juruselamat, dan bukan Guru selamat karena Ia mendatangkan keselamatan dan bukan sekadar mengajarkan keselamatan, bahkan Ia sendirilah keselamatan itu.

Pokok Pikiran yang dapat dikembangkan

Titus adalah seorang yang berasal dari keturunan Yunani yang mengalami pertumbuhan dan kemenangan dalam Iman melalui pelayanan Paulus, ia pernah melayani bersama Paulus di Korintus, dan atas bimbingan dan keteladanan iman Paulus, Titus yang sekalipun masih muda tetapi memiliki semangat yang sangat besar untuk melayani, walaupun menghadapi tantangan yang sangat besar. Salah satu masalah yang dihadapi Titus dalam pelayanannya di Pulau Kreta adalah percampuran hukum-hukum Yahudi dengan Injil. Untuk itu Paulus menegaskan kepada Titus supaya menyatakan secara tegas tentang kebenaran Firman sehingga iman dapat bertumbuh dengan sehat dan benar.

Orang-orang yang telah menerima Yesus sebagai Juruselamatnya wajib mengalami pertumbuhan iman yang sehat berdasarkan pengajaran Firman yang benar dan sehat. Percaya kepada Injil adalah hal yang mutlak sehingga secara tegas Injil itu harus disampaikan untuk mengajar dan menegur dan dalam melakukannya patut dengan penuh kewibawaan. Anugerah keselamatan di dalam Yesus Kristus harus membawa kita pada ketertiban hidup dan kebenaran yang sesungguhnya. Kehidupan bagi setiap pengikut Kristus hendaknya berjalan dan nampak secara baru melalui Pertobatan. Hidup dalam kejahilan (ay 30), yakni perbuatan tanpa pengertian dan tanpa perasaan menunjukkan betapa menjijikkannya keberdosaan kita kepada Allah (ketidaktaatan, kesesatan, hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, kekejian, saling membenci).

Sebagai orang percaya dalam keberadaannya di dunia ini, kita wajib menunjukkan ketaatan kepada pemerintah dan penguasa, tetapi setiap pemerintah, juga patut taat kepada Allah. Itulah sebabnya Gereja patut mendoakan pemerintah agar menjalankan tugasnya dan mengemban aspirasi rakyat dalam ketaatan bersama kepada Allah. Pemerintah bukan saja bertanggung jawab kepada Allah tetapi juga kepada rakyat. Baik Pemerintah maupun rakyat, termasuk di dalamnya warga gereja yang juga adalah warga masyarakat harus taat kepada kehendak Allah yang menghendaki agar manusia hidup damai dan sejahtera dalam pengenalan akan Allah. (PGT BAB II butir 5).

Tentang permandian kelahiran kembali dalam ayat 5, di mana disebutkan bahwa Kristus telah menyelamatkan kita karena rahmat-Nya, Rasul Paulus ingin menjelaskan tentang arti kedatangan Tuhan Allah di dalam Kristus yang mendatangkan keselamatan untuk mengakhiri zaman kejahilan, dan memulai zaman yang baru, zaman kelahiran kembali, atau zaman pembaruan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, dan dimiliki orang beriman. Kelahiran kembali berarti keseluruhan pembaruan hidup yang dikerjakan oleh Kuasa Roh Kudus untuk mencurahkan hidup baru ke dalam diri manusia yang sebelumnya mati secara rohani, sehingga manusia dapat mengungkapkan hidup yang baru.

Dalam Yohanes 3:3, Tuhan Yesus berkata, bahwa jika orang tidak dilahirkan kembali ia tidak dapat melihat kerajaan Allah. Hal ini berarti bahwa kelahiran kembali atau kelahiran kedua kali adalah syarat mutlak bagi keselamatan manusia. Dalam 2 Korintus 4:16 Rasul paulus mengatakan bahwa ia tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriahnya semakin merosot, namun manusia batiniahnya dibarui dari sehari ke sehari. Yang dimaksud dengan manusia batiniah ialah segi batin atau segi rohani dari kehidupannya. Pembaruan manusia batin berarti pembaruan hati dan pikiran. Demikianlah Roh Kudus bekerja dalam hati manusia supaya orang dapat menerima panggilan Tuhan Allah melalui Injil, bahwa manusia harus dilahirkan kembali supaya dapat mendengar panggilan Allah dan menaati panggilan itu.

Berdasarkan perjanjian kasih karunia, Allah bukan hanya bertindak sebagai raja yang memerintah, melindungi serta memelihara umat-Nya , juga bukan hanya bertindak sebagai seorang gembala yang dengan sabar dan berhati-hati memelihara kawanan domba-Nya, melainkan di dalam gambaran tentang perjanjian kasih karunia, Allah adalah yang menegakkan manusia yang berdosa dan mendudukkannya untuk menjadi “teman sekerja-Nya” atau teman “sekutu-Nya”. Dalam perjanjian itu Allah tidak hanya berjanji untuk menyelamatkan manusia dari dosa, tetapi sekaligus memberikan jaminan terhadap keselamatan itu.

Perjanjian Allah disebut perjanjian kasih karunia sebab perjanjian itu semata-mata berdasarkan kasih karunia. Akibat pemberontakan manusia, sebenarnya manusia tidak layak untuk diselamatkan apalagi untuk menjadi sekutu Allah, namun karena kasih karunia dan anugerah-Nya yang tidak terhingga, manusia mendapat tempat dalam persekutuan dengan Allah. Perjanjian kasih karunia, juga mewujudkan perjanjian yang bersifat “sepihak” artinya inisiatif yang dilakukan oleh Allah tanpa ada pihak lain yang berperan. Dengan demikian anugerah keselamatan dalam Kristus adalah mutlak karena Allah sendiri yang menetapkannya. Dengan demikian sebagai orang yang telah dibenarkan oleh kasih karunia-Nya berhak menerima hidup yang kekal (ay 3) yaitu keselamatan yang sempurna di dalam Yesus Kristus. Artinya keselamatan itu adalah bagian kita sepenuhnya yang oleh Allah telah menganugerahkannya kepada kita, dan tidak seorang pun yang dapat merampasnya dari kita.

Hari ini di tahun 2015 ini, kita kembali merayakan Natal. Peristiwa Natal sudah sangat akrab bagi setiap orang percaya, bahkan orang yang bukan Kristen sangat tahu bahwa bulan Desember adalah masa-masa perayaan Natal bagi orang Kristen. Para pelayan khususnya Majelis Gereja boleh dikatakan super sibuk dalam mengatur pelayanan perayaan natal. Natal dalam kenyataannya memang identik dengan pesta bahkan mungkin pesta pora. Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan Rasul Paulus dalam 2 Korintus 8:9 “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya”. Bagi Paulus, Natal adalah ketika Kristus menjadi miskin karena kita. Kristus menjadi miskin agar kita menyadari kemiskinan kita, bukan sebaliknya justru kita menunjukkan kelimpahan dan kekayaan walaupun mungkin ada yang terpaksa sekalipun ia tahu akan kemiskinannya tetapi berusaha untuk tidak mau tahu, seperti seorang yang berwajah buruk, tetapi menjadi marah ketika melihat wajahnya melalui sebuah cermin. Ia membanting cermin itu supaya ia terus hidup dalam khayalannya dan tidak mau menerima kenyataan dirinya. Ungkapan sukacita dalam perayaan Natal memang adalah hal yang patut, karena berita Natal adalah Syalom (berita damai dan sukacita), berita untuk kita yang sedang berada dalam kemiskinan, berita bagi mereka yang sedang dalam berbagai konflik kehidupan. Peristiwa Natal adalah peristiwa di mana Allah menunjukkan kemurahan-Nya untuk menyelamatkan kita dari berbagai bentuk kemiskinan teristimewa menyelamatkan dari kuasa dosa. Untuk itu kita diajak dalam perayaan Natal tahun ini merenungkan betapa kemiskinan itu telah membuat kita tidak berdaya, namun karena kemurahan-Nya kita diselamatkan. (ELS)


Diposting tanggal 19 Dec 2016

Daftar Artikel

Penulis kitab Amsal hari ini, dengan jelas berbicara mengenai berkat. Amsal menekankan bahwa supaya .....

Selengkapnya ..

Susi tonna balukki siulu’na tu Yusuf inangla napobangke penaanna. Ia kenna la umpalan penaai .....

Selengkapnya ..

Begitulah kira-kira yang dialami pemazmur. Ia ingin Tuhan segera menjawab doanya (ay.3), namun seper.....

Selengkapnya ..

Teguran atau jawaban Yesus kepada orang-orang Yahudi juga merupakan pengajaran bagi kita. Tidak jara.....

Selengkapnya ..

Musa diberi karunia oleh Tuhan sebagai pemimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan menuju ke tanah.....

Selengkapnya ..

Dalam bacaan kita saat ini, Daud mengalami pergumulan yang begitu berat karena ia dikejar-kejar oleh.....

Selengkapnya ..

Yeremia bernubuat dan menegur pemimpin-pemimpin Yehuda sebagai gembala yang jahat yang telah mencera.....

Selengkapnya ..

Pemazmur mengajak bangsa Israel untuk bersyukur kepada Tuhan dan menyerukan nama-Nya karena pemazmur.....

Selengkapnya ..

Ia te pa’basan dipamanassa kumua Puang Matua la mendadi To mangra’ta’ la ma’.....

Selengkapnya ..

Melalui nabi Yehezkiel Tuhan menyampaikan Firman-Nya untuk menegur gembala-gembala atau pemimpin-pem.....

Selengkapnya ..

Yehezkiel dipanggil ke wilayah pembuangan untuk menyampaikan firman Allah kepada umat Israel yang se.....

Selengkapnya ..

Hari ini kita mendengar tentang Israel disebut anak sulung Tuhan yang mesti beribadah kepadaNya. &r.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...