Basmin Mattayang dan Syukur Bijak Berkunjung ke Kantor Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja (Tongkonan Sangulele)
Basmin Mattayang dan Syukur Bijak Berkunjung ke Kantor Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja
(Tongkonan Sangulele)
Rantepao, 22 Januari 2018, sore hari setelah kunjungan Nurdin Abdullah, rombongan Basmin bersama Bijak mengunjungi Tongkonan Sangulele (Kantor Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja) di Rantepao. Pada kunjungannya tersebut Basmin dan Bijak mengutarakan niat dari kunjungan mereka. Pada proses elektoral tahun 2018 ini Basmin dan Bijak maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu. Oleh karena itu Basmin dan Bijak memohon doa restu dari Gereja Toraja.
BPS menerima kunjungan ini dengan penuh sukacita dan syukur, bahwa kedatangan Basmin dan Bijak merupakan suatu kunjungan silaturahmi. Ketua Umum BPS Gereja Toraja Pdt. Musa Salusu, M.Th., di dampingi Ketua IV BPS Gereja Toraja DR. Ir. Adrianus Parenden, MM., Ketua Wilayah I Luwu Gereja Toraja Pdt. Marten Lamida, S.Th., menerima kunjungan tersebut. Pada kesempatan tersebut Pdt. Musa Salusu mengungkapkan, bahwa kunjungan ini kami terima dengan baik sesuai dengan filosofi Tongkonan Sangulele. Lebih jauh menurut beliau, sesuai dengan namanya, Tongkonan Sangullele (Kantor BPS Gereja Toraja), adalah rumah yang terbuka bagi semua. Seperti yang telah dilakukan selama ini, BPS Gereja Toraja tidak pernah mengundang para calon Gubernur atau Bupati untuk datang, namun BPS Gereja Toraja selalu terbuka untuk menerima kunjungan semua calon, tanpa kecuali.
Basmin Mattayang yang adalah calon Bupati Luwu, menyampaikan: “selain memohon doa restu, kami sangat menghargai keberagaman dan pluralitas di Luwu, oleh karena itu kami datang ke Tongkonan ini sebagai tanda komitmen kami untuk tetap menjaga pluralitas dan keberagaman tersebut.” Pdt. Musa salusu menyambut baik atas pernyataan tersebut dan mengatakan bahwa “bila pemerintah bekerja dengan adil dan membawa damai sejahtera, maka hal tersebut sebenarnya sejalan dengan misi Gereja.” Lebih lanjut Ketua Umum BPS mengungkap histori hubungan baik antara Toraja dan Luwu, bahwa pada masa lalu, Toraja dan Luwu pernah mengikrarkan perjanjian bersama yang di sebut dengan “Perjanjian Makula’.” Perjanjian ini adalah komitmen bahwa Toraja dan Luwu adalah dua entitas namun tidak dapat dipisahkan.
Ketua IV BPS Gereja Toraja, DR. Ir. Adrianus Parenden, MM, menambahkan bahwa, “beginilah suasana kami di Tongkonan ini ketika menerima tamu. Kami menerima tamu dengan penuh suka cita dan dengan rasa kekeluargaan. BPS Gereja Toraja membuka pintu selebar-lebarnya kepada siapapun yang akan datang bersilaturahmi, tangan kami terbuka lebar untuk itu. Sebelum rombongan Basmin dan Bijak ke kantor ini, tadi pagi kami juga menerima kunjungan rombongan Nurdin Abdullah.”
Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut berlangsung dengan hangat dan penuh canda tawa. Mengakhiri kunjungan tersebut, Pdt. Musa Salusu menyatakan, bahwa Gereja Toraja berdoa kepada Tuhan agar Luwu diberi pemimpin yang berkualitas dan bertangungjawab.
Diposting tanggal 23 Jan 2018
