Bahan Khotbah Minggu Ke-8 Tanggal 23 Februari 2020 (Minggu Transfigurasi dan HUT SMGT ke 65, Pembukaan Pekan Anak Gereja Toraja) MENYAKSIKAN KEMULIAAN KRISTUS Ungkatottongi Kamala’biranNa Kristus
Bahan Khotbah Minggu Ke-8 Tanggal 23 Februari 2020
(Minggu Transfigurasi dan HUT SMGT ke 65, Pembukaan Pekan Anak Gereja Toraja)
MENYAKSIKAN KEMULIAAN KRISTUS
Ungkatottongi Kamala’biranNa Kristus
| Bacaan Mazmur | : Mazmur 99:1-9 |
| Bacaan 1 | : Keluaran 24:12-18 |
| Bacaan 2 | : 2 Petrus 2:17-22 (Bahan Utama) |
| Bacaan 3 | : Matius 17:1-13 |
| Nas Persembahan | : 2 Korintus 8:12 |
| Petunjuk Hidup Baru | : 2 Korintus 5:17 |
Tujuan:
1. Jemaat memahami janji Allah tentang keselamatan sempurnah dalam Kristus.
2. Jemaat membangun kehidupannya dalam persatuan dengan Yesus
PemahamanTeks
Mazmur 99:1-9, menyatakan penegasan tentang kekudusan Allah mengulas beberapa hal tentang Allah, yaitu: pertama, Allah adalah Raja yang besar, agung, dan misterinya ada di luar jangkauan manusia (ay. 1-3); kedua, Allah adalah Raja yang kuat, mencintai hukum, melakukan keadilan, menegakkan kebenaran (ay. 4,5); ketiga, Allah adalah Raja yang menjawab umat-Nya dengan anugerah dan tuntutan ketaatan (ay. 6-9).Itulah sebabnya, umat didorong untuk hidup dalam kendali Allah, yang menimbulkan pengakuan bahwa Tuhan satu-satunya yang disembah dan dimuliakan.
Keluaran 24:12-18 menunjukkan , bahwa Tuhan itu Mahamulia dan tinggi, namun sekaligus pula akrab dengan umat-Nya. Kemuliaan TUHAN disimbolkan dengan api adalah tanda kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya. Musa yang mewakili umat menghadap TUHAN, mengalami kemuliaan itu.
2 Petrus 2:17-22 mengingatkan jemaat agar berhati-hati terhadap nabi-nabi dan guru-guru palsu, yang dapat menodai dan menyesatkan jemaat, serta membuat jemaat tidak mengalami kemuliaan TUHAN dalam kehidupannya. Mereka diingatkan dengan peristiwa Bileam yang ditegur Tuhan melalui keledai yang bersuara manusia guna mengingatkan kemuliaan Allah bahwa Allah yang berdaulat dan mengendalikan. Selanjutnya, sanksi bagi jemaat yang mengikuti ajaran nabi/guru palsu sangat jelas. Bahkan kecaman dan kehidupan bagi orang yang sebelumnya mengenal Tuhan dan Juruselamat, Yesus Kristus namun terlibat lagi dalam kecemaran dunia, serta mengikuti nabi/guru palsu, keadaannya akan lebih buruk (ay.20-21). Namun sebaliknya, kehidupan jemaat yang setia dan taat kepada pengajaran yang benar tentang keselamatan di dalam Yesus Kristus, juga jelas (ay.9).
Matius 17:1-13 merupakan peristiwa yang menyusul pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus agar para murid meyakini bahwa Yesus adalah Mesias yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama – menderita, mati, bangkit. Yesus membawa 3 orang murid sebagai saksi (bdk. Ul. 19:15; Mat 18:16); dan ada pula Musa dan Elia, orang dari sorga yang memberikan kesaksian. Inilah penggambaran yang hidup mengenai kerajaan Kristus, yang terdiri dari orang-orang kudus di sorga dan di bumi. Yesus berubah rupa merupakan pemancaran kuasa-Nya dan pemberitahuan terlebih dahulu mengenai kedatangan-Nya. Pemuliaan Yesus menjadi:
- Dorongan bagi Yesus sementara Ia menghadapi kematian-Nya di kayu salib (Mat. 16:21);
- Pengumuman kepada para murid bahwa Yesus harus menderita di salib (Luk. 9:31);
- Pengesahan oleh Allah bahwa Yesus benar-benar Anak-Nya yang layak menebus umat manusia (Luk. 9:35). Dengan demikian, Hukum Taurat dan nubuat para nabi
- menyatu dan sempurna di dalam Yesus.
Korelasi
Cahaya kemuliaan Allah yang dinyatakan dan dialami oleh Musa di atas gunung Sinai (Kel. 24), dinyatakan dan dialami oleh Yesus dan murid-murid-Nya didampingi oleh dua tokoh Perjanjian Lama (Mat. 17). Kemuliaan Allah yang hadir dalam simbol api dan awan menyatakan kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya, sehingga umat hanya percaya kepada Allah sebagai Raja dalam hidupnya (Maz.99). Oleh sebab itu, jemaat yang percaya kepada Allah di dalam Yesus Kristus, hendaknya berhati-hati terhadap nabi-nabi dan guru-guru palsu muncul, yang meninggalkan pengenalan akan Tuhan dan yang mengingkari kemuliaan Allah dalam Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat (bdk. 2 Pet. 2)
Pokok-pokok pengembangan khotbah
- Pengajaran yang benar adalah, bahwa keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus. Percaya kepada Yesus Kristus berarti kita mengakui Dia dalam seluruh kehidupan kita. Pengakuan itu menimbulkan pengalaman iman yang tiada terkira, yang menghasilkan kesaksian tentang kemuliaan Kristus.
- Menyaksikan kemuliaan Kristus dalam seluruh kehidupan kita merupakan perkara yang tidak mudah. Kemunculan nabi-nabi dan guru-guru yang palsu dapat saja lebih menawan dan menarik untuk diikuti. Peringatan yang dinyatakan oleh Petrus hendaknya membuat kita tidak terpengaruh. Kehidupan orang yang terpengaruh oleh nabi-nabi dan guru-guru palsu memiliki ciri-ciri seperti mata air yang kering dan kabut yang dihalaukan taufan (ay.17). Mereka mengucapkan kata-kata congkak dan hampa, serta mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat (ay.18). Mereka menjanjikan kemerdekaan padahal mereka adalah hamba kebinasaan (ay.19), keadaannya lebih buruk dari sebelumnya (ay.20), berbalik dari ajaran Jalan Kebenaran (ay.21). Bahkan sanksinya sangat jelas, yakni baginya tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat (ay.17) dan keadaannya lebih buruk dari sebelumnya (ay.20).
- Kemuliaan Kristus disaksikan oleh orang-orang yang percaya kepada-Nya di bumi dan orang-orang yang percaya kepada-Nya, yang telah meninggal. Hal ini menegaskan betapa cahaya kemuliaan Tuhan senantiasa menyinari perjalanan hidup orang yang setia dan taat kepadaNya.
- Kemuliaan Kristus menjadi nyata dalam jemaat bila jemaat hidup dalam iman yang senantiasa menjadikan Kristus pusat dan tujuan hidup. Dari pelayanan yang dikerjakan baik dalam rumah/keluarga, gereja, masyarakat luas, dan tempat kerja yang senantiasa memuliakan Tuhan. Dalam jemaat, pengelolaan pelayanan ada dalam tanggung jawab Majelis Gereja. Pemahaman yang dimiliki sangat mempengaruhi dalam pelaksanaan tanggung jawab pelayanan. Dari namanya Majelis Gereja, telah dengan jelas menunjukkan tanggungjawabnya bahwa Majelis Gereja bertanggungjawab bagi seluruh warga gereja yaitu anak-anak, dewasa dan lanjut usia (SMGT, PPGT, PWGT, PKBGT), sebab mereka itulah yang disebut jemaat/gereja (Seiring dengan Pembukaan Pekan Anak Gereja Toraja sekaligus HUT SMGT ke 65 tahun, perlu ada penekanan khotbah terkait perhatian bagi generasi muda, khususnya anak-anak).
Diposting tanggal 18 Feb 2020
