Bahan Khotbah Minggu Ke-53 (Kunci Tahun) 31 Desember 2017 HAK ISTIMEWA ORANG BERIMAN KEPADA YESUS KRISTUS (Mana’ Madatunna to Ma’patongan Lako Yesu Kristus)
Bahan Khotbah Minggu Ke-53 (Kunci Tahun) 31 Desember 2017
HAK ISTIMEWA ORANG BERIMAN KEPADA YESUS KRISTUS
(Mana’ Madatunna to Ma’patongan Lako Yesu Kristus)
| Mazmur | : Mazmur 148:1-14 |
|---|---|
| Bacaan 1 | : Yesaya 61:10-62:3 |
| Bacaan 2 | : Galatia 4:4-7 (Bahan Utama) |
| Bacaan 3 | : Lukas 2:22-40 |
| Nas Persembahan | : Mazmur 106:1 |
| PHB | : 1 Yohanes 3:2 |
Pemahaman Teks
Melalui bacaan ini, kita melihat bagaimana kedudukan istimewa orang beriman kepada Yesus Kristus. Pada ayat 1-3, menjelaskan tentang posisi “manusia ketika ia belum dewasa/akil-balik”. Manusia dikuasai rupa-rupa roh dunia, ia diperhamba/dikendalikan hukum Taurat. Namun ketika waktunya sudah tiba, ketika Tuhan sudah menentukan waktunya, Ia akan bertindak membebaskan manusia. Ia melaksanakan rencana-Nya sesuai kehendak-Nya demi umat-Nya (bnd.Yesaya 61:10-62:2).
Kristus datang membebaskan dan melepaskan manusia sehingga manusia bukan lagi hamba-hamba hukum itu. Dalam Lukas 2:30 “Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu. Selanjutnya pasal 2:31 menegaskan bahwa “Yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, sedangkan dalam pasal 2:32 menegaskan “Terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel”. Paulus menjelaskan lebih lanjut bahwa karena kedatangan Yesus Kristus maka setip orang percaya tidak lagi disebut hamba, melainkan disebut sebagai anak-anak dan ahli waris. Orang-orang percaya mendapat kedudukan istimewa di dalam Yesus kristus.
Bagaimana hal itu bisa terjadi? Dalam Lukas 2:21-24, Yesus sebagai manusia telah memenuhi seluruh “aturan hukum Taurat”. Karena itu hanya Dia saja yang dapat menebus kita dari hukum Taurat. Sehingga seharusnya kita berpindah dari “hamba hukum Taurat menjadi hamba Kristus” karena hanya Dia yang menebus kita, namun Ia tidak menyebut kita “hamba” tetapi “sahabat”(Yoh.15:13-15). Selanjutnya, bahwa dengan pertolongan Roh Kudus di dalam Yesus Kristus, orang percaya dapat berperilaku seperti seorang anak kepada Allah dengan memanggil Allah sebagai “Abba,Bapa”. Roh Anak-Nya (ay.6) itulah yang menjadikan kita dapat meneyebut Allah sebagai “Abba, Bapa. Dengan demikian, orang percaya kepada Yesus Kristus disebut juga anak dan pewaris Kerajaan Allah.
Secara sengaja, Paulus memakai kata “Abba,Bapa” (O,Ambe’, Ambe’Ku), sebagai ungkapan betapa dekatnya orang percaya kepada Allah di dalam Yesus Kristus karena pimpinan Roh Kudus. Panggilan “Abba”(bhs Aram yang artinya bapak. Kata yang dipakai Yesus untuk memanggil Bapa-Nya dalam situasi khusus terutama dalam kesulitan (lih.Mrk.14:36) Orang Toraja dalam keakrabannya dengan sang ayahnya akan berkata: o.. ambe’, ambe’ku).
Jika kita sungguh-sungguh datang kepada Allah dan dengan pimpinan Roh Kudus maka kita semakin menyadari betapa besar kasih Allah kepada kita. Sama seperti Yesus dekat dengan BapaNya, demikian juga, kita dekat (ber-Bapa) dengan Allah. Kasih Allah melalui Roh Kudus di dalam Yesus Kristus menjadikan kita sebagai anak-anak pewaris anugerah-Nya. Kita menjadi orang istimewa karena Kristus telah menjadikan kita sebagai orang-orang yang juga berhak memanggil “bapa “ kepada Allah bapa di sorga. Kristus telah membebaskan dan menjadikan kita sebagai “anak-anak dan sekaligus pewaris” Kerajaan Allah.
Pokok yang dapat dikembangkan.
Di penghujung tahun 2017 ini.Di hari takhir tahun ini kita mendengar dari Firman Tuhan suatu hak istimewa sebagai jaminan kita menuju tahun yang baru. Firman Tuhan mempertegas bahwa kita semua telah dimerdekakan dari berbagai belenggu masa lampau dan menjadikan kita orang-orang dewasa, anak-anak pewaris dari Allah.
- Sebagai anak-anak dan pewaris dari Allah, maka kita tidak membiarkan diri kita dikuasai oleh berbagai belenggu masa lalu. Memang banyak kesuksesan yang mewarnai perjalanan hidup kita sepanjang tahun 2017 ini. Juga, masih ada masalah yang silih berganti mengekang hidup kita. Namun, Firman Tuhan menjaminkan bahwa Allah sendiri yang akan membebaskan dan melepaskan orng-orang pilihannya, dan tindakan Allah itu telah menjadi kenyataan sejak Yesus Kristus datang ke dalam dunia, sebagaimana yang kita rayakan dalam perayaan-perayaan Natal. Ketika kita percaya dan yakin sebagai anak-anak Allah dalam iman kepada Yesus Kristus maka kitapun akan menjadi pemilik seluruh kekayaan milik Kristus (Ef.1:3). Berkat rohani dari sorga akan menjadi milik kita. Suatu jaminan masa depan yang melampaui segala jaminan dan garansi yang ditawarkan ikalan-iklan duniawi.
- Allah menghendaki kita menjadi dewasa dalam iman, karena itu jangan membiarkan hidup kita dikendalikan oleh rupa-rupa “hukum Taurat dan adat baru” yang mengekang kehidupan anugerah Allah. Betapa banyaknya dan seringnya kita menjadi seperti orang bodoh dan konyol di hadapan “ahli-ahli aturan dan adat kita sendiri”. Di dalam ketidak-berdayaan kita mengikuti dan membiarkan diri kita dikuasai dan dikendalikan “roh budaya dan adat”.Kita telah dimerdekakan dalam Kristus Yesus karena itu nilailah, seleksilah,danlaukankah segala sesuatu beradasarkan penilaian/standard apakah sesuaikehendak kristus dan Firman Allah.
- Sebagai anak-anak di dalam iman kepada Yesus Kristus, kita memiliki kepastian jaminan masa depan sebagaimana kata Simeon (Luk.2:29 "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,2:30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu). Bagi kita, masa depan itu pasti di dalam tangan Tuhan. Dunia dengan segala kemeriahan dan kegemilangannya terbatas adanya dan tidak terjamin kepastiannya. Kita yang sudah berjumpa dengan Sang Jururselamat tidak terombang-ambing lagi. Kalaupun tahun baru dan masa depan masih dihiasi berbagai keraguan dan ketidak-pastian, namun firman Tuhan telah menjadi jaminan pasti seperti yang kedengaran bagi kita hari ini, sama seperti yang dikatakan Yohanes…” 3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya…”.
- Kita memang telah dan sedang menjadi “orangorang istimewa” sebab kita dapat sisebut sebagai anak-anak Allah tetapi kesempurnaanya masih sedang kita songsong dan nantikan. Bagaimana memelihara hak istimewa yang telah dianugerahkan Tuhan Yesus kepada kita? Bacaan alkitab memperlihatkan keadaan kita 2 tokoh (Simeon dan Hana dalam Luk.2:22-40) yang begitu konsisten menantikan kepastian jaminan Allah. Kedua tokoh kita mempunyai gaya hidup yang khas yakni:“hidup berserah hanya kepada Allah Bapa didalam Yesus Kristus, dalam tuntunan Roh Kudus. Senantiasa berjuang memberlakukan kebenaran , serta tekun mempraktekkan hidup saleh dalam arti melaksanakan disiplin rohani secara teratur/rutin seperti setia beribadah, berdoa, membaca firman Tuhan,berwaktu teduh dan berpuasa.(Luk.2:37).
Diposting tanggal 29 Dec 2017
