Bahan Khotbah Minggu ke-5 Tanggal 4 Februari 2018 KESETIAANKU MEMULIAKAN TUHAN (Kamengkaolanku Umpakala’bi Puang Matua)

Bahan Khotbah Minggu ke-5 Tanggal  Februari  2018
KESETIAANKU MEMULIAKAN TUHAN
(Kamengkaolanku Umpakala’bi Puang Matua)

Bacaan Mazmur : Mazmur  147:1-11
Bacaan 1   : Yesaya   40:21-31
Bacaan 2   : 1 Korintus  9:16-23
Bacaan 3 : Markus  1:29-39  (Bahan Utama)
Nas Persembahan   : Mazmur  147:7
Petunjuk Hidup Baru : Yesaya  40:31

 

Tujuan :

  1. Jemaat memahami arti kesetiaan dalam pelayanan.

  2. Jemaat mewujudkan kesetiaan sebagai cara untuk memuliakan  Allah.

Pemahaman Teks

                Mazmur 147:1-11,20c mengungkapkan tentang kemahakuasaan Tuhan  dan  kemurahan-Nya. Karena itu, Ia menghendaki setiap orang untuk tetap berharap dan takut akan Dia, serta menantikan kasih-Nya. Setiap orang dipanggil untuk memuji Allah (ayat 1,7,12) bahkan diperlengkapi dengan pokok pujian, sebab Allah harus dimuliakan.

Yesaya 40:21-31 menjelaskan kebenaran-kebenaran tentang Allah  soal hikmat, kebesaran dan keagungan-Nya yang mengilhami umat Tuhan untuk percaya kepada Dia yang dapat melepaskan mereka, serta yang menetapkan kerajaan untuk selama-lamanya. Ayat-ayat ini sungguh menekankan tentang hikmat, kebesaran, keagungan dan kuasa kreatif Allah. Allah telah menyatakan nubuat-nubuat ini supaya memberikan pengharapan dan penghiburan  serta kekuatan kepada umat-Nya selama mereka tertawan di Babel 150 tahun sesudah zaman Yesaya (lihat Yesaya 39:5-8).

Markus 1:29-39 menjelaskan tentang Yesus melayani pribadi yang  membutuhkan Dia, bahkan  sangat jelas terungkap bahwa Dia tidak mencari popularitas.  Pelayanan Yesus sungguh-sungguh didasarkan atas belas kasihan bagi kemuliaan Allah Bapa.

1 Korintus  9:16-23  Rasul Paulus menjelaskan tentang  pelayanan sebagai suatu tugas penatalayanan dan orang  yang melakukan tugas itu haruslah setia. Pelayanan itu adalah keharusan sebagai respons keselamatan dan penebusan di dalam Kristus. Pelayanan kristiani itu seperti bertempur dalam perang, memelihara kebun anggur, menjaga kawanan domba, dan mengolah ladang. Para pelayan Kristus juga seperti pelari yang harus mematuhi peraturan, sebab jika melanggar, mereka harus didiskualifikasi (ayat 24-27). Satu kerinduan besar Paulus  yang sangat  mempengaruhi setiap keputusannya adalah untuk membawa orang mengenal Kristus.

                Korelasi Keagungan Tuhan yang mengasihi dan berkarya mendapat peghormatan  dari manusia agar Dia dimuliakan (Mazmur-Yesaya). Karena itu, dalam pelayanan kepada sesama, semestinya didasarkan atas  pelayanan kasih yang lebih dulu diterima dalam pengorbanan Kristus (1 Korintus)  Dengan demikian, pelayanan itu bertujuan bukan untuk pemuliaan diri, tetapi untuk pemuliaan Dia semata-mata. (Markus)

Pokok-pokok yang dapat dikembangkan
  1. Mujizat itu telah bercerita tentang  Yesus. Sekalipun  ia tidak butuh penonton untuk menyatakan kuasa-Nya, namun  seorang hamba perlu memiliki bukti-bukti peneguhan yang sah. Tuhan Yesus telah melakukan itu bahkan memiliki yang terbaik dari semuanya. Kedatangan-Nya telah dinubutakan oleh Nabi Yesaya (pasal 40:3) dan Maleakhi (pasal 3:1) bahkan diumumkan oleh Yohanes Pembaptis. Bapa dan Roh Kudus telah menyatakan perkenaan-Nya (ayat 9-11) dan iblis tidak mampu mengalahkannya (ayat 12-13). Namun bagi Yesus, mujizat bukanlah sarana untuk meningkatkan harga diri. Ia memberikan pertolongan dengan sendirinya, karena Ia benar-benar tertarik kepada semua orang yang memerlukan pertolongan-Nya. Ia tak pernah merasa lelah untuk memberikan pertolongan, sebab bagi Yesus  kebutuhan orang lain adalah hal yang utama  daripada  keinginan-Nya sendiri untuk beristirahat. Oleh karena itu, menolong bukanlah sesuatu kewajiban yang teramat sulit untuk dilakukan tetapi sesuatu hal yang amat menyenangkan bagi Yesus.  Kita pun dapat belajar menjadi hamba dari Sang Hamba, serta dapat mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya yang besar.
  2. Dalam ayat-ayat ini diceriterakan tentang sebuah mujizat yang dilakukan Kristus, yakni penyembuhan  kepada ibu mertua Petrus yang sakit demam. Sangat jelas dalam kisah ini bahwa tak lama sesudah ia disembuhkan,  ia langsung melayani mereka. Ibu mertua Petrus telah mempergunakan kesehatannya yang sudah pulih itu untuk memperbaharui pelayanan. Ia  telah  “ Diselamatkan untuk melayani”. Yesus telah memimpin dan telah membuat hidup ibu mertua Petrus berhasil menjadi alat-Nya. Tentu Yesus juga ingin menolong kita, supaya dapat  menolong orang lain. Yesus  tentunya ingin memakai setiap orang untuk membawa berita Injil-Nya kepada dunia yang terhilang dan memerlukan keselamatan.
  3. Dari manakah Yesus mendapatkan Kuasa itu? Tentu  karena dari kuasa Roh Kudus (ayat 12) dan Doa (ayat 35). Karena itu  Yesus tidak membiarkan tuntutan pekerjaan merampas waktu yang diperlukan-Nya untuk membaharui kekuatan-Nya. Di tengah kesibukan-Nya, Yesus berdoa (bdk. Pasal 6:46 dan pasal 14:35). Mengapa Yesus berdoa? Karena doa adalah komunikasi dengan Allah. Melalui doa, Yesus menyatakan dua hal. Pertama, relasi-Nya dengan Allah sangat intim. Kedua, Yesus menyatakan ketergantungan-Nya kepada Allah. Dengan kata lain rahasia kesuksesan pelayanan Yesus terletak pada ketergantungan-Nya pada Allah, dan doa merupakan ekspresi ketergantungan pada Allah.  Jika Anak Allah saja yang kudus butuh  dan perlu berdoa, apalagi kita. Karena itu perlu disadari bahwa dalam pelayanan Tuhan, sebenarnya kita tidak dapat berjalan terus dalam keadaan kosong. Kita butuh modal. Dan modalnya itu adalah mengandalkan  Allah.
Untuk direnungkan :

                Jika kita mengevaluasi pemanfaatan waktu kita sehari-hari, seberapa seringkah kita  telah mengisi hari-hari itu secara penuh untuk melayani Tuhan? Mungkin kita bukan orang yang bekerja secara penuh waktu dalam pelayanan. Namun bagaimana kita menghabiskan waktu kita sehari-hari dengan penuh tanggung jawab, seperti  untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (bdk.Kol.3:23). Seberapa persenkah kita telah menghabiskan waktu kita hanya untuk melakukan hal-hal yang sia-sia?  Sudahkan kita pakai sungguh-sungguh untuk melayani Allah dengan melakukan pekerjaan yang Allah percayakan kepada kita? Kiranya Tuhan menolong kita untuk memakai waktu kita bagi kemuliaan nama-Nya.


Diposting tanggal 31 Jan 2018

Daftar Artikel

Entah apa yang merasuki orang-orang Farisi sehingga mereka memiliki niat untuk mencobai Yesus. Ketik.....

Selengkapnya ..

Nazar ialah janji kepada diri sendiri untuk berbuat sesuatu jika maksud dan harapan itu terwujud. Pa.....

Selengkapnya ..

Jika kita perhatikan bacaan kita saat ini, orang Israel diperhadapkan pada sebuah peristiwa yang mem.....

Selengkapnya ..

Tuhan berfirman “Akulah Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari temp.....

Selengkapnya ..

Ulangan 30:11-20 menguraikan tentang pentingnya menentukan pilihan sekarang ini. Pilihan atau keputu.....

Selengkapnya ..

Dapat kita bayangkan bagaimana orang Farisi dan para imam sebagai pemuka agama yang buta kebenaran m.....

Selengkapnya ..

Bagian dari surat Yohanes yang pertama ini, sesungguhnya berisikan nasihat yang sejak zaman PL telah.....

Selengkapnya ..

Pertanyaan penting untuk direnungkan: “mengapa ada pencobaan, mengapa ada ujian?” Tentu .....

Selengkapnya ..

Tanpa nasihat/teguran, manusia tidak akan pernah tahu kesalahan yang dilakukannya. Dalam perikop saa.....

Selengkapnya ..

Dalam pembacaan kita saat ini, jutru hal yang berbeda ditunjukkan oleh kedua rasul Allah yakni Paulu.....

Selengkapnya ..

Dalam peristiwa pembangkangan yang dilakukan oleh bangsa Israel terhadap Allah, tentunya membuat All.....

Selengkapnya ..

Dalam perikop ini, pemazmur menyatakan kebahagiaan orang-orang yang hidup menurut taurat Tuhan. Pema.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...