Bahan Khotbah Minggu ke-10 Tanggal 11 Maret 2018 Prapaskah IV PANDANGLAH KRISTUS YANG DITINGGIKAN (Mentiro lakokomi Kristus Tu Dipakendek)

Bahan  Khotbah  Minggu ke-10 Tanggal  11 Maret 2018
Prapaskah IV
PANDANGLAH KRISTUS YANG DITINGGIKAN
(Mentirolakokomi Kristus Tu Dipakendek)

Bacaan Mazmur : Mazmur 107:1-3,17-22
Bacaan 1   : Bilangan 21:4-9
Bacaan 2   : Efesus 2:1-10
Bacaan 3 : Yohanes 3:14-21 (Bahan Utama)
Nas Persembahan   : Mazmur 117: 1
Petunjuk Hidup Baru : Efesus 2:10

Tujuan :

  1. Jemaat memahami makna simbolis ular tembaga yang ditinggikan Musa

  2. Jemaat mengimani Yesus yang disalibkan

  3. Jemaat menikmati hidup dalam anugerah Allah

Pemahaman Teks

                Mazmur 107:1-3,17-22, menggambarkan bahwa pemazmur menyatakan syukur dan sukacitanya karena ia telah ditebus dan dibebaskan dari kuasa yang menyesakkan, bahwa doa dalam Mazmur 106:47 sudah dijawab, dan masa pembuangan sudah selesai. Orang-orang Israel, bukan hanya terserak ke Babel, tetapi juga di antara bangsa-bangsa lain seperti Mesir (Yermia 42:1-43:8), kini dipulihkan.

                Bilangan 21:4-9, dalam perjalanan dari Mesir, umat Israel berangkat dari Gunung Hor ke arah laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom. Mereka tidak tahan dengan kekurangan air dan makanan. Mereka telah muak dengan makan manna yang hambar. Mereka teringat dengan makanan lezat di Mesir, lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa.  Kemudian Tuhan menyuruh ular tedung untuk memagut mereka dan banyak di antara mereka yang mati. Mereka datang untuk memohon Musa berdoa kepada Tuhan agar dijauhkannya ular-ular tedung itu. Atas perintah Tuhan, Musa membuat ular tembaga dan meletakkannya di atas sebuah tiang. Siapa yang melihat pada ular tembaga yang ditinggikan itu, walaupun terpagut ular dia akan sembuh  dan tetap hidup.

                Efesus 2:1-10,   menjelaskan betapa hubungan dosa mengakibatkan kita terputus dengan Tuhan yang adalah sumber hidup. Pemutusan hubungan dengan Tuhan, oleh pelanggaran–pelanggaran kita, berarti kita mati.  Kita tidak bisa membebaskan diri dari perhambaan dosa itu. Hanya oleh kasih karunia  Allah dalam Yesus Kristus kita diselamatkan oleh Iman (ayat 9). Itu bukan hasil usaha kita, karena tidak ada alasan bagi kita untuk memegahkan diri.

                Yohanes 3:14-21 menceriterakan percakapan Yesus dengan Nikodemus. Yesus menjelaskan bahwa sama seperti Musa meninggikan ular tembaga di padang Gurun, siapa yang melihatnya walalupun terpagut ular tedung, ia akan hidup, maka demikian pula Anak  Manusia (Yesus ) yang dipaku di kayu salib, dan siapa yang percaya kepada-Nya akan diselamatkan atau beroleh hidup yang kekal. Ular tembaga yang ditinggikan menunjuk kepada Yesus yang akan ditinggikan di atas kayu salib.

Korelasi Antar Teks

                Pemberontakan terhadap Tuhan (dosa) mengakibatkan hukuman (kematian) Bilangan 21:4-9, Efesus 2:1-3 namun kita bersyukur kepada Tuhan Karena Ia sendiri oleh kasih karunia-Nya dalam Yesus  Kristus kita diselamatkan (penebusan) Mazmur 107:17-22, Yoh 3:14-21, Ef. 2:4-10

Pokok-Pokok Yang dapat dikembangkan

                Pertama, Penghukuman (18b-20). Pemberontakan manusia (dosa) mengakibatkan penghukuman dari Tuhan (maut). Pemberotakan itu nampak dalam tindakan ketidakpercayaan manusia kepada Kristus  yang tersalib (ayat 18b). walaupun Kristus telah datang ke dalam dunia (terang) namun manusia lebih memilih  untuk hidup dalam gelap. Sebab perbuatan mereka jahat. Siapa yang berbuat jahat membenci terang dan tidak datang kepada terang (Kristus). Paulus menjelaskan dalam Efesus 2:1-3 bahwa  orang yang mengikuti jalan dunia, yakni dengan menaati kerajaan angkasa, yaitu roh yang bekerja di antara orang-orang durhaka. Adalah bukti ketidakpercayaan manusia terhadap Tuhan (hubungkan dengan Pengakuan Gereja Toraja tentang dosa).

                Aplikasi: Tuhan tidak pernah tolerir dengan dosa, setiap orang yang berbuat dosa akan dihukum. Sebab upah dosa adalah maut (Roma 6:23) Jangan bermain-main dengan dosa. Segera berhenti dan datang kepada Tuhan untuk pengampunan.

                Kedua, Kristus yang ditinggikan (ayat 14-16a). Untuk membuka cakrawala berpikir Nikodemus, yang ahli dalam Hukum Taurat, Yesus mengingatkan tentang peristiwa perjalanan Israel di padang gurun. Ketika umat Tuhan nyaris mati terpagut ular tedung, maka atas perintah Tuhan, Musa membuat ular tembaga dan dinaikkan di atas sebuah tiang. Siapa yang  melihat ular tembaga itu, walaupun terpagut oleh ular, ia tetap hidup (Bil. 21:4-9) maka demikian juga Anak Manusia (Yesus) yang disalib, siapa yang memandang kepada-Nya akan selamat (ayat 14). Ular tembaga itu adalah bayangan pada Kristus yang akan tersalib. Ular tembaga hanya menyembuhkan, sedangkan Yesus Kristus bukan menyembuhkan dan juga menyelamatkan. Ini adalah kasih karunia Allah yang terbesar bagi dunia dan seluruh isinya (Hubungkan dengan Efesus 2:4-10 kaitkan dengan Pengakuan Gereja Toraja mengenai penebusan)

                Aplikasi: Ular tembaga yang ditinggikan Musa di padang gurun adalah simbol atau bayangan dari peristiwa yang sebenarnya. Yaitu Kristus yang akan tersalib. Sama seperti ular tembaga yang ditinggikan memberi kesembuhan, maka demikian pula Yesus yang ditinggikan di atas salib.  Ia bukan hanya menyembuhkan tetapi memberi hidup yang kekal. Dialah jalan satu-satunya yang ditentukan oleh Allah sebagai penebusan. Yesus Kristus yang disalib adalah wujud dari kasih karunia Allah bagi dunia ini bersama seluruh isinya. Kalau Yesus memberi keselamatan, mengapa harus pilih yang lain?

                Ketiga, Memandang pada Kristus yang tersalib (16b,18a,21). Tuhan berharap supaya kita menyambut kasih karunia-Nya yang terbesar itu dengan percaya kepada-Nya, (Anak tunggal Bapa) yang tersalib. Memandang berarti percaya, datang kepada terang supaya nyata perbuatan-perbuatan kita dilakukan dalam Allah. Inilah yang kita akan terus syukuri dalam hidup sehari-hari (Maz. 107:1-3,17-22). Memandang tidak sekedar angkat kepala dan mengarahkan pandangan pada salib. Tetapi lebih dalam lagi adalah percaya pada Kristus. Percaya pada Kristus tidak sebatas ungkapan di mulut. Tetapi lebih dalam lagi nampak dalam pola hidup. Penuh rasa syukur, hidup dalam terang Firman Tuhan. Percayalah dan serahkan seluruh hidupmu pada Tuhan.


Diposting tanggal 05 Mar 2018

Daftar Artikel

Undangan Yesus bagi Lewi, tidak seperti undangan biasanya. Undangan Yesus sekaligus mengandung makna.....

Selengkapnya ..

Sejak Paulus mengalami anugerah Allah didalam hidupnya, iapun begitu giat memberitakan Inji Yesus Kr.....

Selengkapnya ..

Paulus mengakui bahwa ia menjadi seorang rasul hanya karena dipilih oleh Allah. Paulus dengan berani.....

Selengkapnya ..

Mengapa mengandalkan Allah? Sebab Dialah satu-satunya Allah. Dia tidak pernah berubah sekalipun manu.....

Selengkapnya ..

Pengampunan dosa di dalam Yesus Kristus yang telah mengorbankan diri-Nya, membuat kita kudus dihadap.....

Selengkapnya ..

Dalam perikop hari ini, seorang Etiopia yang percaya kepada Yesus Kristus menyerahkan dirinya untuk .....

Selengkapnya ..

Melalui perikop hari ini, Daud memperlihatkan sikap dan cara merespons kasih setia Tuhan dalam hidup.....

Selengkapnya ..

Petrus dan teman-temannya memiliki pengalaman dalam hal menangkap ikan. Keseringannya mencari ikan d.....

Selengkapnya ..

Dalam perikop saat ini Daud mengakui bahwa banyak yang telah dilakukan oleh Tuhan sehingga tak ada .....

Selengkapnya ..

Dalam pembacaan kita hari ini, Paulus heran dengan keadaan yang terjadi dalam kehidupan jemaat di Ga.....

Selengkapnya ..

Yesus adalah Tuhan yang datang menyatakan keadilan sehingga dikatakan bahwa Ia akan memaklumkan huku.....

Selengkapnya ..

Ungkapan Yeremia atas panggilan Tuhan dalam pembacaan kita saat ini, mirip dengan alasan-alasan di a.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...