Selasa 6 Maret 2018 II Tawarikh 29:1-11 BUKA PINTU DAN BERSIHKAN
Selasa 6 Maret 2018 II Tawarikh 29:1-11
BUKA PINTU DAN BERSIHKAN
Ketika Hizkia menjadi Raja, kondisi rumah Tuhan benar-benar memprihatinkan akibat ketidaktaatan umat Allah. Rumah Tuhan menjadi sunyi karena tidak ada lagi aktifitas yang dilakukan. Artinya tidak ada lagi ibadah dan pelayanan di sana. Pelita-pelita sudah padam, artinya tidak ada lagi kesaksian yang nampak dari umat Allah, mezbah tempat mempersembahkan korban sudah menjadi dingin, artinya tidak ada lagi penyembahan dilakukan kepada Tuhan, mezbah tempat persembahan yang sangat sakral sudah menjadi najis, dan akibatnya Allah murka dan menyatakan penghukumannya dengan sangat dahsyat.
Mengawali tugasnya sebagai Raja, Hizkia yang taat kepada Tuhan pertama-tama menyerukan dan sekaligus bertindak untuk membersihkan rumah Tuhan yang penuh dengan sampah (pemberontakan/ketidaksetiaan dan berbagai pelanggaran umat). Tindakan Hizkia dimulai dari memanggil para Imam dan orang-orang lewi lalu mengadakan pengudusan untuk mereka. Menurut Hizkia, para pemimpin dan para pelayan harus lebih dahulu membersihkan diri agar pekerjaannya berkenan dan diberkati Tuhan. Para Imam dan pelayan sebagai pemimpin umat, merekalah yang paling bertanggung jawab atas kekudusan rumah Tuhan, karena itu mereka harus segera bertobat sehingga murka Allah yang menyala-nyala mundur dari mereka (ay.10)
Jauhkan segala yang buruk dalam hidup kita, buka pintu rumah Tuhan yakni pintu hati kita agar pelita yakni Firman Allah dapat masuk dan menyala dalam hati. Jadikanlah hidup kita sebagai persembahan yang tulus, jujur dan kudus, sehingga murka Allah tidak menimpa dan sebagai gantinya adalah berkat dan damai sejahtera dari Tuhan. Amin
Diposting tanggal 05 Mar 2018
