KETIKA WARGA JEMAAT MENOLAK NASEHAT GEREJAWI

Dilema kerbau petarung kembali terangkat ke permukaan dan menjadi pergumulan profestis Gereja Toraja. Dalam misinya, Gereja Toraja berkomitmen untuk turut serta dalam pelestarian nilai-nilai luhur budaya Toraja dan menjauhkannya dari perilaku yang menghianati nilai budaya serta memitigasi dampak Kerbau Petarung bagi generasi muda dan keutuhan keluarga.

 

Dalam misi itu, Gereja Toraja memberi pendampingan pastoral kepada puluhan rencana prosesi upacara adat rambu solo’ dalam lingkup internal pelayanan Gereja Toraja. Pendampingan itu bersifat intensif dan berkesinambungan dengan berpedoman pada Panduan yang dikeluarkan oleh BPS Gereja Toraja atas penugasan Sidang Sinode Am. Tujuan pendampingan tersebut adalah agar warga jemaat yang menggelar upacara adat, benar-benar menjalankannya dalam keluhuran budaya Toraja serta didasarkan pada iman Kristen sesuai ajaran Gereja Toraja.

 

Sejak awal, dalam pendampingan tersebut, warga jemaat telah diberikan pemahaman, bahkan secara berulang diyakinkan agar mengikuti nasehat gerejawi dan tidak memberi ruang kepada Kerbau Petarung dalam rangkaian ma’pasilaga.

 

Sejauh ini, mayoritas warga jemaat berkomitmen untuk turut menjalankan misi tersebut dengan menutup peluang didatangkannya kerbau petarung dalam upacara adat yang mereka rencanakan. Dengan menjalankan komitmen itu, upacara adat menjadi sakral dan berwibawa.

 

Namun ada dua jemaat yaitu Jemaat Tilengko Klasis Rantepao Barat dan Jemaat Sa’dan Klasis Sa’dan berhadapan dengan dilema, karena warga jemaat yang dilayani yang lebih memilih untuk menggelar Kontes Kerbau Petarung dan menolak pendampingan gerejawi. Dalam kondisi dilematis ini, keluarga yang bersangkutan diberi ruang memilih, apakah akan melaksanakan rangkaian upacara adat berdasarkan iman almarhum/almarhumah, atau memilih pergelaran Kerbau Petarung yang pada prinsipnya merupakan penolakan kepada pendampingan dan pelayanan gerejawi.

 

Pada akhirnya keluarga tersebut tetap bersikukuh dengan mendatangkan Kerbau Petarung. Kondisi tersebut tentu menjadi duka bagi jemaat karena pilihan tersebut sekaligus menolak pendampingan gerejawi.

 

Dihubungi secara terpisah, Pendeta jemaat Tilengko dan Pendeta jemaat Sa’dan menyatakan bahwa upaya pendampingan dan pengingatan telah dilakukan jauh hari sebelum rencana keluarga. Tetapi pada kenyataannya, di kedua tempat tersebut, keluarga lebih memilih Kerbau Petarung. Kedua Pendeta tersebut merasa sangat terpukul dan merasa gagal untuk meyakinkan keluarga. Oleh karena itulah dengan sangat berduka cita Majelis Gereja memutuskan melalui persidangan untuk tidak memaksakan pelayanan gerejawi dan menyerahkannya kembali kepada keluarga.

 

Gereja Toraja akan tetap konsisten dalam misinya, kecuali jika Sidang Sinode Am mendatang memberi amanat yang berbeda untuk menghadapi situasi tersebut. Yang jelas bahwa Gereja Toraja akan tetap pada misinya untuk menjaga keluhuran warisan budaya orang Toraja.

 

Matius 10: 11-14 Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.


Diposting tanggal 30 Jun 2026

Cari Berita

Kategori Berita

Berita seputar kegiatan dan pelayanan yang dilakukan oleh Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja
Tampilkan Berita Kegiatan BPS
Informasi yang bersifat umum, namun penting diketahui oleh warga Gereja Toraja
Tampilkan Berita Informasi Umum
Informasi yang penting dan perlu mendapat perhatian khusus bagi Warga Gereja Toraja
Tampilkan Berita Informasi Khusus
Berita seputar kegiatan dan pelayanan yang dilakukan oleh Unit Kerja dan Lembaga Pelayanan Gerejawi
Tampilkan Berita Kegiatan Unit Kerja

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...