Rabu, 9 Desember 2020 Maleakhi 2:10-16 TUHAN MENGHENDAKI KESETIAAN (Ia tu naanga’ Puang Iamo tu Kamakaritutuan) God Wants Loyalty
Rabu, 9 Desember 2020 Maleakhi 2:10-16
TUHAN MENGHENDAKI KESETIAAN
(Ia tu naanga’ Puang Iamo tu Kamakaritutuan)
God Wants Loyalty
Jodoh di tangan Tuhan? Ada benarnya karena cinta tidak dapat dipaksakan, namun tidak seluruhnya benar karena sesungguhnya cinta dapat diperjuangkan “banyak kakek-nenek kita yang menikah tanpa dasar cinta namun keluarga mereka langgeng, karena dari waktu ke waktu cinta diperjuangkan dalam keluarga, susi siaambe’ Ne Yakub sola indo ne’ Rahel”( Kej.29-32).
Bacaan hari ini bukan terutama soal kawin perbedaan etnis. Tetapi soal kesetiaan pada warisan janji dan keyakinan nenek moyang. Bukan terutama larangan beristrikan dari etnis lain tetapi tentang “kenajisan tempat kudus karena allah asing yang dibawa istri-istri mereka yang berlatar belakang etnis lain” (ay.11). Ada sejarah mereka yang buram karena “salah pilih istri dari etnis dan agama lain”. Kesalahan “memilih” telah membawa malapetaka besar. Raja Daud, Salomo, Ahas,dll jatuh ke dalam “pencampuran agama” melalui kepercayaan yang dianut dan dibawa istri-istri mereka ke dalam istana dan akibat adalah membangkitkan “kecemburuan dan kemarahan Allah Israel”. Lengkap sudah perlawanan Israel menajiskan tempat kudus, melanggar fatwa nenek-moyang, menceraikan istri dan menikahi perempuan kafir.
Jodoh di tangan-Nya, namun Dia memberikan kebebasan kepada kita untuk memilih. Pilih pasangan yang tepat, kecuali kalau mau disebut sebagai orang tidak setia dan pengkhianat keluarga (istri,anak-anak, kelurga besar,dan keluarga Allah). Salah pilih pasangan hidup menyesal seumur hidup. Salah pilih dalam Pildes-Pileg-Pilkada, menyesal 5 tahun. Namun salah pilih Juruselamat menyesal dan mati selamanya. Amin
Sundun rongko’ kanni kami/ ilan tanan dapo’Mukkun matua/ mukkun kendek kaboro’ (Londe2no.238)
Diposting tanggal 08 Dec 2020
