Tangmentoe – Komisi Liturgi dan Musik (KLM) Gereja Toraja menggelar Klinik Penulisan Panduan Hari Raya Gerejawi Tahun 2026-2027 di Tangmentoe, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mewujudkan Visi Gereja Toraja 2026-2031: Gereja Toraja Melayani Bersama Dalam Harmoni.
Peserta klinik, yakni Pengurus KLM, Kaprodi Fakultas Teologi UKI Toraja, Pdt. Tomi Supriyanto, S.Th., M.Th., serta Sekretaris SMGT, Pdt. Yulianus Tandisau, S.Th., akan berlangsung selama tiga hari, 12-14 Oktober 2026.
Ketua I BPS Gereja Toraja, Pdt. Senianti Padda, S.Th., M.Pd.K. Kons., menjelaskan bahwa liturgi dan nyanyian yang sedang disusun mungkin memuat lagu yang belum familiar bagi jemaat. Karena itu, panduan ini hendaknya tidak menjadi beban. Penyusunan ini sekaligus menjadi bagian dari program KLM untuk mensosialisasikan Pa’pudian Toraya, nyanyian milik Gereja Toraja, dalam rangka mewujudkan Visi Gereja Toraja 2026-2031: Gereja Toraja Melayani Bersama Dalam Harmoni.
“Kami sementara menyusun liturginya, dan tentu nyanyian-nyanyian yang disusun ini, ada beberapa yang mungkin tidak familiar di jemaat-jemaat nantinya. Sehingga perlu kita pahami bersama bahwa ini adalah panduan, jangan menjadi beban jika lagu itu belum diketahui. Tetapi sedapatnya, khususnya untuk Pa’pudian Toraya yang merupakan nyanyian milik kita Gereja Toraja. Maka ini juga dalam rangka mengerjakan program dari KLM untuk mensosialisasikan Pa’pudian Toraya,”ungkapnya.
Ia mengarahkan agar pembacaan mazmur yang direspons dengan nyanyian sedapat mungkin menggunakan Pa’pudian Toraya, dengan keyakinan bahwa di setiap jemaat tersedia orang yang dapat melatihnya.
“Jadi sedapat-dapatnya, jika pembacaan mazmur dan direspons dengan nyanyian, maka sedapatnya direspons dengan Pa’pudian Toraya, dengan keyakinan bahwa di setiap jemaat pasti ada orang-orang yang bisa melatih. Mari persiapkanlah tata ibadah ini, narasi yang ada di dalamnya, supaya benar-benar apa yang kita maksud Gereja Toraja itu berliturgi, itu menikmati Allah," lanjutnya.
Sekretaris KLM Gereja Toraja, Pdt. Elyaser Palondongan, M.Th., menyampaikan bahwa penulisan panduan tahun ini berbeda dari sebelumnya. Penyusunan difokuskan khusus pada hari raya gerejawi. Jika sebelumnya hampir seluruh liturgi disusun oleh KLM, kali ini jemaat diharapkan lebih berkreasi dan bersinergi dengan KLM, dalam rangka mewujudkan Visi Gereja Toraja 2026-2031: Gereja Toraja Melayani Bersama Dalam Harmoni.
“Kami dari Komisi Liturgi dan Musik Gereja Toraja menyampaikan bahwa penulisan panduan hari raya gerejawi tahun 2026-2027 kali ini ada hal yang berbeda. Betul-betul kita mengerahkan penyusunan liturgi ini dikhususkan kepada hari raya gerejawi. Yang kemarin, hampir semua liturgi disusun oleh KLM. Kali ini berbeda, diharapkan teman-teman di jemaat yang lebih berkreasi, dan nantinya bersinergi dengan KLM dalam penyusunannya," tutupnya.