Warta Sinodal

Evangelical Mission in Solidarity Kunjungi Yayasan RBM Gereja Toraja

12 October 2026 • Gereja Toraja • 15 kali dibaca
Presidium EMS, Pdt. Junita, M.Th. (berbaju biru terang), bersama rombongan EMS Unit Indonesia, pengurus Yayasan RBM, dan anak-anak disabilitas saat kunjungan di Yayasan Rehabilitasi Bersumber Masyarakat (RBM), Senin (12/10/2026).
Presidium EMS, Pdt. Junita, M.Th. (berbaju biru terang), bersama rombongan EMS Unit Indonesia, pengurus Yayasan RBM, dan anak-anak disabilitas saat kunjungan di Yayasan Rehabilitasi Bersumber Masyarakat (RBM), Senin (12/10/2026). Foto: Inforkom Gereja Toraja - Krisnawati Ranteallo

Toraja - Evangelical Mission in Solidarity (EMS) mengunjungi Yayasan Rehabilitasi Bersumber Masyarakat (RBM) pada Senin (12/10/2026). Anak-anak disabilitas menyambut rombongan dengan penuh sukacita. Kunjungan ini menjadi wujud kemitraan pelayanan Gereja Toraja bersama mitra ekumenis dalam mewujudkan Visi Gereja Toraja 2026-2031: Gereja Toraja Melayani Bersama Dalam Harmoni.

Kunjungan dihadiri Presidium EMS, Pdt. Junita, M.Th., bersama perwakilan EMS Unit Indonesia, Dr. Djoko P.A. Wibowo. Gereja Toraja merupakan salah satu anggota penuh EMS. Menurut Pdt. Djoko, kunjungan ke lembaga mitra seperti ini rutin dilakukan setiap tahun untuk melihat langsung lembaga yang bekerja sama dan didukung EMS secara berkelanjutan.

“Gereja Toraja adalah salah satu anggota penuh dari EMS, dan kunjungan ke sini memang biasa kami lakukan setiap tahun untuk melihat lembaga-lembaga yang bekerja sama, yang kami dukung secara tahunan," ucapnya.

Dr. Djoko menyampaikan kegembiraannya atas perkembangan RBM, terutama konsep pendidikan berbasis masyarakat. Dalam konsep ini, anak-anak tidak diisolasi, tetapi dikembalikan kepada orang tua dan lingkungan masyarakatnya. Hasilnya, anak-anak tidak hanya mandiri, tetapi juga produktif. Sebagian dari mereka berbisnis, berjualan, dan melakukan berbagai usaha lain untuk membantu keluarga.

“Kami sangat senang melihat perkembangan yang ada di sini, terutama konsep pendidikan berbasis masyarakat, di mana anak-anak tidak diisolir tetapi justru kembali pada orang tuanya dan masyarakat. Hasilnya luar biasa, anak-anak tidak hanya mandiri dalam arti dapat membantu diri sendiri, tetapi mereka juga bisa produktif," sambungnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada RBM yang menginisiasi gerakan ini dan membantu banyak orang yang membutuhkan dukungan bagi masa depan mereka. Apresiasi yang sama ia tujukan kepada Gereja Toraja atas kerja sama yang terjalin dengan baik selama ini.

Sementara itu, Ketua Yayasan RBM, Junita Lebang, S.Apk., menyambut hangat para sahabat dari EMS Unit Indonesia dan Presidium EMS Asia. Ia mengungkapkan bahwa anak-anak yang dilihat tamu di ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari mereka yang dilayani. Ratusan anak lainnya yang sangat membutuhkan uluran tangan berada di rumah masing-masing.

“Kami bersukacita, dan terima kasih sudah melihat langsung anak-anak kami yang ada di kelas-kelas, namun sebenarnya ratusan anak kami yang sangat butuh uluran tangan itu ada di rumah-rumah," jelasnya.

Saat ini RBM membimbing 525 anak. Berkat dukungan dana dari EMS, PWGT, dan Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja, RBM dapat menjalankan berbagai kegiatan pengembangan minat dan bakat anak dalam segala keterbatasan mereka. Sebanyak 70 anak telah mampu menjual kerajinan tangan, 25 anak menerima bantuan ternak anak babi, dan 25 anak mengikuti pendidikan inklusif. RBM juga menjangkau dua desa baru dan 14 klien baru dari empat desa yang ditargetkan. Di luar kegiatan pengembangan tersebut, perayaan kemerdekaan beberapa bulan lalu dihadiri 282 orang, dan perayaan Natal tahun lalu dihadiri 320 anak.

Manager Program RBM, Ir. Tandu Ramba, menambahkan bahwa 25 kader dan petugas lapangan telah mengikuti penyegaran pelatihan perencanaan program anak. Mereka juga mengikuti pelatihan fisioterapi yang mencakup praktik langsung dengan 63 anak.

Kunjungan EMS ini menunjukkan bahwa pelayanan kepada anak-anak disabilitas tumbuh dari kerja sama banyak pihak, mulai dari gereja, mitra ekumenis, hingga keluarga dan masyarakat.

Bagikan Warta Ini

Bagikan informasi ini kepada keluarga dan kerabat.

Pilihan Warta

Warta Lainnya