Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lembaga Pelayanan Gerejawi (LPG) dan Organisasi Intra Gereja (OIG), bertempat di Tangmentoe Hills, Rabu (23/9/2026).
Pertemuan strategis ini menjadi rapat koordinasi pertama setelah seluruh jajaran pengurus resmi diutus untuk mengemban periode pelayanan 2026–2031, menyusul amanat dari Sidang Sinode Am XXVI.
Pertemuan tersebut menghimpun setiap perwakilan dari tiga puluh Lembaga Pelayanan Gerejawi yang mencakup yayasan, biro, dan komisi Gereja Toraja, beserta empat OIG.
Penyelenggaraan rakor pertama ini difokuskan untuk membangun konsolidasi awal serta menyelaraskan arah pelayanan di seluruh unit kerja. Langkah ini untuk memastikan seluruh instrumen program-program pelayanan berjalan selaras dalam mewujudkan visi Gereja Toraja 2026–2031: Gereja Toraja Melayani Bersama dalam Harmoni.
"Rapat koordinasi pertama ini memang lebih berat karena setiap LPG dan OIG akan bergantian menyampaikan program 5 tahunan ke depan dan program yang akan berjalan hingga tahun 2027. Belum ada informasi pelaksanaan, tapi perencanaan kita 5 tahun ke depan, tetapi perlu dipahami bersama bahwa kita perlu menyelaraskan program yang ada dengan LPG dan OIG, jadi sangat diperlukan untuk mendengar dan menanggapi program yang akan berjalan nantinya," ucap Sekretaris Umum BPS Gereja Toraja, Pdt. Dr. Christian Tanduk, M.Th., M.H.
Melalui rakor ini, seluruh elemen lembaga pelayanan diharapkan mampu menerjemahkan amanat Sidang Sinode Am XXVI ke dalam program kerja konkret yang terintegrasi di setiap yayasan, biro, dan komisi serta OIG. Kegiatan Rakor akan dilaksanakan hingga pada hari Jumat mendatang.