Warta Sinodal

Yayasan Marampa' Tallulolona dan Pemerintah Daerah Satukan Persepsi untuk Program Kemandirian Pangan

15 October 2026 • Gereja Toraja • 15 kali dibaca
Ketua Umum BPS Gereja Toraja (tengah kiri), Ketua YMT (tengah kanan), pimpin pertemuan dua kabupaten, Tana Toraja dan Toraja Utara (Kamis, 15/10/2026)
Ketua Umum BPS Gereja Toraja (tengah kiri), Ketua YMT (tengah kanan), pimpin pertemuan dua kabupaten, Tana Toraja dan Toraja Utara (Kamis, 15/10/2026)

Yayasan Marampa’ Tallullona (YMT) menggelar pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara untuk menyatukan persepsi tentang Program Kemandirian Pangan. Pertemuan berlangsung di Aula Tongkonan Sangullele, Kamis (15/10/2026).

Selain Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja, pertemuan ini dihadiri Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan, dan Pangan. Kehadiran dinas terkait menunjukkan bahwa program kemandirian pangan membutuhkan kesepahaman antara gereja dan pemerintah setempat, sebab urusan pangan menyangkut kebijakan, pendampingan teknis, dan keterlibatan masyarakat secara langsung.

Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt. Dr. Alfred YR. Anggui, M.Th., menyebut pertemuan ini sebagai langkah awal yang baik untuk menyamakan pandangan tentang cara bekerja bersama.

Ini sebuah pertemuan awal yang baik, kita satukan persepsi dulu bagaimana kita lakukan ini secara bersama-sama.

Menurut Pdt. Alfred, para peserta dari dinas tentu lebih memahami kondisi yang sedang dihadapi, yakni krisis air dan kekeringan di banyak tempat. Karena itu, diperlukan kerja nyata agar warga tetap memiliki bahan pangan untuk dikonsumsi.

Saya pikir bapak ibu yang berada di dinas pasti lebih memahami ini, bahwa di tengah krisis air, kekeringan di mana-mana, kita perlu membuat kerja nyata agar warga tetap bisa memiliki bahan pangan untuk dikonsumsi tanpa bergantung dari pasokan luar maupun ketersediaan pasar lokal kita di Toraja.

Sekretaris YMT, Pdt. Mikha Victor Dasan, S.Th., M.Si., menjelaskan bahwa penyatuan persepsi ini penting agar semua pihak mengetahui keadaan yang sebenarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih atas masukan dari dinas-dinas terkait.

Kami menyatukan persepsi bersama untuk melaksanakan program kemandirian pangan. Ini penting sehingga kita tahu kondisi riil yang terjadi saat ini, dan kami berterima kasih adanya masukan dari dinas-dinas terkait.

Dalam pertemuan itu, para peserta juga membicarakan konsep Focus Group Discussion (FGD) Mandiri Pangan yang akan segera dilaksanakan. FGD tersebut diharapkan menjadi ruang bersama untuk menyelaraskan langkah gereja dan pemerintah daerah, sehingga program kemandirian pangan di tingkat kabupaten berjalan terarah dan saling menguatkan.

Langkah membangun kesepahaman bersama ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Visi Gereja Toraja 2026-2031: Gereja Toraja Melayani Bersama Dalam Harmoni.

Bagikan Warta Ini

Bagikan informasi ini kepada keluarga dan kerabat.

Pilihan Warta

Warta Lainnya