Warta Sinodal

Penahbisan Gereja Toraja Jemaat Bone Tua dan Rumah Pastori, Bersyukur atas Enam Dekade Perjalanan Iman

17 October 2026 • Gereja Toraja • 15 kali dibaca
Gedung Gereja Toraja Jemaat Bone Tua, Klasis Malimbong
Gedung Gereja Toraja Jemaat Bone Tua, Klasis Malimbong

Gereja Toraja Jemaat Bone Tua, Klasis Malimbong, Kabupaten Tana Toraja, melaksanakan penahbisan gedung gereja dan rumah pastori pada 17 Oktober 2026. Penahbisan ini dilaksanakan oleh Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja, oleh Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt. Alfred Yohanes Rantedatu Anggui, M. Th. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan jemaat yang telah bertumbuh sejak 1964.

Jemaat Bone Tua berada di wilayah barat Tana Toraja, sekitar 20 kilometer dari Makale, tepatnya di Bone, Lembang Lemo Menduruk, Kecamatan Malimbong Balepe’. Wilayah ini dihuni warga dengan beragam agama dan denominasi gereja. Saat ini jemaat terdiri atas 75 kepala keluarga dengan 275 jiwa, yang tersebar dalam empat kelompok pelayanan, belum termasuk anggota jemaat yang berada di perantauan.

Benih kekristenan di kampung ini ditaburkan oleh segelintir orang yang lebih dahulu menerima Yesus Kristus. Pada 1964, mereka mulai beribadah di Bone dengan tempat sementara di sebuah lumbung, karena jarak ke jemaat induk cukup jauh. Tak lama kemudian dibangun gedung gereja pertama berbahan tiang bambu dan atap alang-alang. Pada 1970, gedung dipindahkan ke lokasi yang lebih luas atas hibah seorang warga, dan pada tahun yang sama dilaksanakan baptisan pertama bagi 18 orang. Gedung itu kemudian direnovasi menjadi bangunan berdinding papan dan beratap seng seiring bertambahnya jumlah anggota jemaat.

Perkembangan berikutnya terjadi pada 1994, ketika Cabang Kebaktian Bone didewasakan menjadi jemaat dalam sidang klasis. Nama “Bone Tua” dipilih bukan karena usia jemaat yang tua, melainkan merujuk pada kampung Bone tempat gedung gereja berdiri, yang memiliki garis sejarah dengan sejumlah kampung lain yang juga bernama Bone. Setelah menjadi jemaat, persekutuan ini terus bertumbuh dan mulai merindukan gedung gereja permanen.

Kerinduan itu diwujudkan pada 2011 dengan pembentukan panitia pembangunan, disusul peletakan batu pertama pada Agustus tahun yang sama. Pembangunan berlangsung bertahap selama bertahun-tahun, dikerjakan dengan gotong royong dan melibatkan anggota jemaat yang memiliki keahlian di bidang konstruksi. Perjalanan itu tidak selalu mulus. Pergantian kepengurusan panitia, keterbatasan dana, hingga perbedaan pendapat di tengah jemaat menjadi pergumulan tersendiri. Namun semangat dan keteguhan iman jemaat, bersama dukungan para pelayan, membuat pembangunan terus berjalan hingga gedung gereja permanen dapat digunakan untuk beribadah.

Menjelang akhir 2025, pembangunan gedung gereja dan pastori memasuki tahap penyelesaian. Rapat kerja majelis gereja pada 10 Februari 2026 memutuskan untuk memprogramkan penahbisan pada tahun yang sama. Panitia penahbisan dibentuk pada 8 Maret 2026, dan pada rapat panitia kedua di bulan Agustus ditetapkan pelaksanaannya pada 17 Oktober 2026. Dorongan terbesar datang dari warga jemaat lanjut usia yang merindukan melihat langsung gereja mereka ditahbiskan, mengingat banyak perintis dan tokoh yang berjasa dalam pembangunan telah lebih dulu dipanggil Tuhan.

Dengan penahbisan ini, Jemaat Bone Tua mengungkapkan syukur atas kasih setia Tuhan yang mengawal pertumbuhan jemaat sejak masa perintisan hingga hari ini. Gedung gereja dan rumah pastori yang telah ditahbiskan diharapkan menjadi pusat persekutuan, pelayanan, dan kesaksian bagi seluruh warga jemaat, baik yang menetap di kampung maupun yang merantau, dalam semangat mewujudkan Visi Gereja Toraja 2026-2031: Gereja Toraja Melayani Bersama Dalam Harmoni. Seperti tertulis dalam moto jemaat, Tuhan beserta kita.

Bagikan Warta Ini

Bagikan informasi ini kepada keluarga dan kerabat.

Pilihan Warta

Warta Lainnya