Warta Sinodal

Terima Kunjungan Persekutuan Wanita GPI Papua, Ketum BPS Gereja Toraja Tekankan Transformasi Masyarakat Lewat Pendidikan

22 September 2026 • Gereja Toraja • 26 kali dibaca
Ketua Umum BPS Gereja Toraja bersama rombongan Panitia Wisata Rohani Persekutuan Wanita Jemaat GPI Papua Anugerah Entrop
Ketua Umum BPS Gereja Toraja bersama rombongan Panitia Wisata Rohani Persekutuan Wanita Jemaat GPI Papua Anugerah Entrop Foto: Inforkom Gereja Toraja - Krisnawati Ranteallo

Tongkonan Sangullele menyambut kunjungan rombongan wisata rohani dari Persekutuan Wanita Jemaat Anugerah Entrop, Gereja Protestan Indonesia di Papua (GPI Papua), pada Selasa (22/9/2026).

Rombongan yang berjumlah sekitar 35 orang tersebut diterima langsung oleh Ketua Umum Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja, Pdt. Dr. Alfred Yohanes Rantedatu Anggui, M.Th. Dalam suasana yang penuh dengan keakraban, kunjungan strategis ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan implementasi nyata dari program bidang Kesejahteraan dan Kesaksian (KEKES) Persekutuan Wanita Jemaat GPI Papua Anugerah Entrop yang berfokus pada pilar koinonia dan wisata rohani. Dalam agenda kali ini, rombongan memilih Persekutuan Wanita Gereja Toraja Jemaat Rantetana Tagari sebagai mitra utama kunjungan mereka.

Pertemuan lintas sinode ini juga menegaskan kedekatan hubungan gerejawi di tingkat nasional. Hubungan erat ini diperkuat bahwa GPI Papua merupakan anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), di mana saat ini Ketua I PGI dijabat langsung oleh Ketua Umum BPS Gereja Toraja. Sinergi historis dan struktural ini menjadi landasan kuat bagi kedua institusi untuk terus mempererat kolaborasi dalam berbagai pelayanan di masa depan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum BPS Gereja Toraja menyampaikan tantangan zaman terkait pergeseran nilai budaya dan bagaimana kehadiran gereja harus merespons dinamika tersebut secara adaptif. Beliau menegaskan bahwa strategi utama dalam menghadapi perubahan zaman adalah melalui penguatan sektor pendidikan yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.

"Perubahan pergeseran pemahaman budaya itu terjadi di Toraja, lalu di mana peran gereja? Kami mulai dari pendidikan. Kenapa kami mau berangkat untuk perubahan itu dari pendidikan? Kami sekarang menerapkan transformasi sekolah. Jadi mentransformasi sekolah, sama dengan mentransformasi masyarakat. Zaman sekarang coba kita lihat, perilaku pola Gen Z itu lebih ke gaya hidup sehat," ujarnya.

Melalui momentum kunjungan yang penuh sukacita ini, harapan besar agar jalinan kasih dan kerja sama antarsinode tidak berhenti sampai di sini. Kedua belah pihak berkomitmen agar sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut serta semakin berdampak nyata dalam setiap derap pelayanan ke depan, demi kemuliaan nama Tuhan, mewujudkan visi Gereja Toraja 2026-2031: Gereja Toraja Melayani Bersama Dalam Harmoni.

Bagikan Warta Ini

Bagikan informasi ini kepada keluarga dan kerabat.

Pilihan Warta

Warta Lainnya