Warta Sinodal

KGPM Rayon Minahasa Selatan Tour Pelayanan di Tongkonan Sangullele

22 September 2026 • Gereja Toraja • 32 kali dibaca
KGPM Rayon Minahasa Selatan Tour Pelayanan di Tongkonan Sangullele

Persekutuan Keluarga Gembala, Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Rayon Minahasa Selatan, hadir melaksanakan tour pelayanan di Tongkonan Sangullele, Selasa (22/9/2026).

Kunjungan yang penuh dengan semangat oikumenis ini disambut langsung oleh Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt. Dr. Alfred Yohanes Rantedatu Anggui, M.Th. Agenda kunjungan ini dirancang secara khusus sebagai bentuk tour pelayanan yang bertujuan kuat untuk mempererat hubungan persekutuan, kebersamaan, serta kerja sama pelayanan antargereja. Melalui pertemuan ini, kedua lembaga gerejawi berkomitmen memperkokoh semangat Kristus di tengah dinamika kehidupan bergereja dan bermasyarakat yang penuh tantangan.

Suasana keakraban semakin terasa saat salah satu perwakilan rombongan KGPM memperkenalkan latar belakang pelayanan mereka. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar peserta yang ikut dalam rombongan kali ini merupakan para gembala dan vikaris yang rindu untuk saling berbagi serta belajar bersama di Gereja Toraja.

"Rombongan yang hadir hari ini rata-rata adalah gembala dan vikaris yang datang untuk belajar. Saat ini, pelayanan kami di KGPM telah menjangkau dua ratus empat puluh tujuh sidang jemaat, yang tersebar di dua puluh delapan wilayah pelayanan, dan dilayani oleh dua ratus lima belas gembala yang aktif di lapangan," ujar salah satu perwakilan peserta rombongan KGPM tersebut saat memberikan sambutan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt. Dr. Alfred Yohanes Rantedatu Anggui, M.Th. menyampaikan apresiasi yang mendalam dan menyambut baik seluruh maksud serta tujuan dari kunjungan tour pelayanan ini. Pdt. Alfred memperkenalkan Gereja Toraja sebagai sebuah lembaga yang terus bergerak maju dan bertumbuh bersama secara konsisten, sesuai dengan visi Gereja Toraja 2026–2031: Gereja Toraja Melayani Bersama dalam Harmoni.

"Saat ini Gereja Toraja telah berkembang hingga memiliki sekitar seribu dua ratus dua puluh dua jemaat, yang dilayani oleh lebih dari seribu pendeta aktif di berbagai wilayah. Kami mengelola berbagai yayasan untuk melaksanakan pelayanan khusus mulai dari bidang pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan, Bank Toraya, hingga pelayanan yang berfokus pada anak-anak disabilitas, penanggulangan HIV/AIDS dan NAPZA, kebudayaan, hukum, aset, serta multimedia. Semua ini membentuk cakupan warna pelayanan kami yang bersentuhan langsung dengan isu-isu di tengah masyarakat," kata Pdt. Dr. Alfred Anggui menjelaskan bentangan pelayanan Gereja Toraja.

Lebih lanjut, Pdt. Alfred juga memaparkan inovasi strategis yang tengah berjalan di bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Terobosan ini dilakukan melalui kolaborasi erat dengan lembaga-lembaga pendidikan Kristen yang sudah bereputasi nasional.

"Kami juga telah menerapkan sekolah transformasi yang berjalan tandem dengan IPEKA, Pelita Harapan, dan Penabur," tutur Pdt. Alfred menambahkan.

Sebelum mengakhiri rangkaian pertemuan resmi tersebut, Ketua Umum BPS Gereja Toraja mengajak seluruh rombongan dari Minahasa Selatan untuk melihat lebih dekat galeri sejarah di kompleks sinode. Rombongan diajak mengenal kembali deretan ketua-ketua sinode dari masa ke masa serta para tokoh perintis yang sangat berperan penting dalam sejarah kehadiran dan pekabaran Injil di Toraja.

Bagikan Warta Ini

Bagikan informasi ini kepada keluarga dan kerabat.

Pilihan Warta

Warta Lainnya