TORAJA UTARA – Crisis Center Gereja Toraja (CCGT) menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada keluarga almarhum Aris Sanda Bin Matius, yang dikenal sebagai Papa Tasya. Bantuan diserahkan langsung kepada istri almarhum, Mama Tasya, pada Rabu, 23 September 2026, saat ibadah pemakaman almarhum.
Almarhum Aris Sanda meninggal dunia pada 15 September 2026 setelah menjadi korban kekerasan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Jenazah disemayamkan di Tongkonan Kalintiong, Lembang Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila, Kabupaten Toraja Utara.
Kehadiran CCGT dalam ibadah pemakaman tersebut menjadi wujud kepedulian dan solidaritas Gereja Toraja kepada keluarga yang sedang berduka. Penyerahan bantuan dilakukan di hadapan keluarga besar dan jemaat yang hadir.
Sekretaris CCGT, Pdt. Hezel Suharia Tarukallo, S.Si.Teol., menyampaikan duka yang mendalam atas berpulangnya almarhum. Ia menegaskan bahwa Tuhan adalah sumber penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Kami menyampaikan duka yang mendalam atas berpulangnya almarhum. Tuhan sebagai sumber penghiburan akan selalu ada untuk istri, anak, dan semua rumpun keluarga.”Pdt. Hezel Suharia Tarukallo, S.Si.Teol., Sekretaris CCGT
Kepergian Aris Sanda meninggalkan duka bagi istri, anak, dan seluruh rumpun keluarga. Peristiwa ini juga menambah panjang catatan duka akibat kekerasan yang dilakukan KKB, yang merenggut nyawa warga sipil dan meninggalkan luka bagi keluarga yang ditinggalkan.
Melalui kegiatan ini, CCGT berharap menjadi pengingat bahwa mereka tidak berjalan sendirian. Doa dan dukungan dari Gereja Toraja serta masyarakat terus menyertai keluarga almarhum, dan agar kekerasan serupa tidak lagi menimpa warga sipil.