Tongkonan Sangullele – Kerukunan Keluarga Toraja Morowali (KKTM) menyerahkan bantuan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Toraja melalui Crisis Center Gereja Toraja (CCGT), bertempat di Tongkonan Sangullele, Jumat (30/10/2026). Aksi nyata ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan kebersamaan warga Toraja terus bertumbuh, sekaligus momentum yang perlu disyukuri bersama.
Ketua KKTM, Pnt. Duplianto, S.T., menyampaikan bahwa kedatangan rombongan KKTM bertujuan bertemu CCGT, berbincang, dan mendengar langsung upaya yang terus dilakukan di lapangan. Bantuan tersebut merupakan wujud partisipasi dan kepedulian atas kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Tana Toraja dan Toraja Utara.
“Kami dari Kerukunan Keluarga Toraja Morowali datang ke sini, bertemu Crisis Center Gereja Toraja, berbincang dan mendengar upaya yang terus dilakukan. Kami menyampaikan partisipasi kami sebagai bentuk kepedulian atas kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Tana Toraja dan Toraja Utara.”— Pnt. Duplianto, S.T., Ketua KKTM
Menurutnya, meskipun berdiaspora ke daerah Morowali dan Morowali Utara, warga Toraja di perantauan tetap merasa sebagai bagian dari masyarakat Toraja dan ingin berkontribusi atas bencana yang terjadi di tanah leluhur. Ia berharap kehadiran KKTM turut menggerakkan kerukunan-kerukunan keluarga Toraja di tempat lain untuk hadir memberi diri dan peduli terhadap daerah asal.
“Kami berharap kehadiran kami di sini, juga kerukunan-kerukunan di tempat lain dalam keluarga Toraja, hadir memberi diri dan peduli dengan daerah kita.”— Pnt. Duplianto, S.T., Ketua KKTM
Sekretaris CCGT, Pdt. Hezel Suharia Tarukallo, S.Si.Teol., menyambut dengan kasih kehadiran KKTM. Ia menyebut dukungan tersebut menjadi kekuatan bagi CCGT karena pelayanan penanganan bencana tidak dijalani sendiri, melainkan terus ditopang banyak pihak yang peduli.
“Kami menyambut dengan kasih kehadiran sahabat dari Kerukunan Keluarga Toraja Morowali. Ini menjadi kekuatan bagi kami bahwa CCGT tidak berjalan sendiri, tetapi terus didukung oleh banyak orang yang peduli dengan bencana di Toraja.”— Pdt. Hezel Suharia Tarukallo, S.Si.Teol., Sekretaris CCGT
Pdt. Hezel menjelaskan, setiap hari, siang dan malam, CCGT terus menyalurkan bantuan kepada tim pemadam kebakaran, baik di Tana Toraja maupun Toraja Utara. Selama tiga minggu mendampingi para petugas, kehadiran Gereja Toraja dengan dukungan logistik sangat disyukuri tim pemadam. Yayasan Kesehatan Gereja Toraja (YKGT) juga turun memeriksa kesehatan para petugas, serta memberikan vitamin dan obat tetes mata untuk mengatasi dampak paparan asap karhutla.
Dalam kesempatan itu, Pdt. Hezel turut mengisahkan musibah yang menimpa salah satu anggota tim pemadam di hutan Nanggala pada Rabu malam. Pukul 18.00 petang, CCGT mengantarkan kebutuhan malam bagi para petugas. Menurut informasi yang diterima, mereka beristirahat sekitar pukul 19.00 Wita, lalu tak lama berselang sebatang pohon terbakar tumbang dan menimpa salah satu petugas.
Pdt. Hezel juga mensyukuri informasi yang secara masif disampaikan Gereja Toraja karena mampu menghadirkan kebersamaan untuk bergerak bersama.
“Kami juga bersyukur bahwa informasi yang masif dilakukan oleh Gereja Toraja mendatangkan kebersamaan untuk bergerak bersama. Terima kasih untuk semua yang telah peduli dan menunjukkan pelayanan nyata.”— Pdt. Hezel Suharia Tarukallo, S.Si.Teol., Sekretaris CCGT
Penyerahan bantuan dari KKTM ini menjadi gambaran bahwa solidaritas lintas wilayah dan lintas lembaga terus mengalir dalam menghadapi bencana karhutla, sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Visi Gereja Toraja 2026-2031: Gereja Toraja Melayani Bersama Dalam Harmoni.