TONGKONAN SANGULLELE - Toraja Light Festival (TLF) IV akan segera hadir menyemarakkan perayaan Natal tahun 2026 di Toraja. Program tahunan Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja ini menghadirkan berbagai kegiatan yang diawali dengan ceremony penyerahan Surat Keputusan (SK) Panitia TLF IV oleh BPS Gereja Toraja, bertempat di Aula Tongkonan Sangullele, Selasa (27/10/2026).
Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt. dr. Alfred YR. Anggui, M.Th., menyampaikan bahwa pengalaman tiga tahun berturut-turut penyelenggaraan TLF telah memberikan banyak pembelajaran bagi gereja. Ia menegaskan bahwa Natal yang dirayakan melalui TLF terbuka bagi siapa saja dan meminta panitia segera membicarakan langkah-langkah yang dapat melibatkan semua orang.
“Pengalaman 3 tahun berturut-turut kemarin tentu sudah banyak kita pelajari, intinya bahwa Natal kita ini dapat dinikmati oleh siapa saja.”
Sejalan dengan itu, Wakil Sekretaris Umum BPS Gereja Toraja, Pnt. Yunus Buana Patiku, S.K.M., menjelaskan bahwa Natal BPS Gereja Toraja dirayakan dengan cara yang universal dan tidak bersifat eksklusif. Perayaan ini dapat dinikmati siapa saja, baik mereka yang pulang kampung maupun yang berkunjung dan berwisata ke Rantepao. Menurutnya, suasana yang dihadirkan berbeda dari perayaan Natal yang sudah lazim berlangsung di jemaat, wilayah, maupun tempat lainnya. Seperti para gembala yang datang dan pergi menceritakan terang yang mereka jumpai, setiap orang yang hadir di TLF IV diharapkan merasa diterima dalam keadaan apa pun tanpa harus berpakaian batik atau busana rapi. Natal BPS Gereja Toraja juga diharapkan menjadi berkat bagi para pedagang kaki lima dan keluarga, dengan biaya yang tidak besar tetapi berdampak luas.
“Natal BPS Gereja Toraja menjadi berkat untuk keluarga, dengan biaya sedikit tapi impactnya besar.”
Ketua Panitia TLF IV, Pdt. Meisesl Basongan, M.Th., menyebut arahan tersebut sebagai pedoman bersama bagi seluruh panitia dalam mengemban pelayanan yang dipercayakan. Refleksi tentang kelahiran Kristus, khususnya kisah para gembala, dinilainya akan mendorong sekaligus menantang panitia untuk merancang Natal yang hadir bagi seluruh dunia.
“Refleksi tentang kelahiran Kristus, yaitu gembala-gembala, akan mendorong dan menantang kita untuk merancang Natal yang hadir untuk seluruh dunia.”
Melalui penyerahan SK ini, Panitia TLF IV resmi memulai tugasnya merancang rangkaian kegiatan yang merangkul semua kalangan. Dengan semangat kebersamaan dan keterbukaan tersebut, TLF IV diharapkan menjadi ruang perjumpaan yang menghadirkan terang Natal bagi masyarakat Toraja dan para pengunjung, mewujudkan Visi Gereja Toraja 2026-2031: Gereja Toraja Melayani Bersama Dalam Harmoni.