MENIKMATI ANUGERAH KESELAMATAN DARI ALLAH (Umposende Kasalamaran ludiomai Puang Matua)
Bahan Khotbah Minggu ke-32, 6 Agustus 2017
MENIKMATI ANUGERAH KESELAMATAN DARI ALLAH
(Umposende Kasalamaran ludiomai Puang Matua)
| Mazmur | Mazmur 145:14-21 |
| Bacaan 1 | Yesaya 55:1-5 (Bahan Utama) |
| Bacaan 2 | Roma 9:1-5 |
| Bacaan 3 | Matius 14:13-21 |
| Nas Persembahan | 1 Tawarikh 16:29 |
| PHB | Yesaya 55:6 |
Tujuan :
1. Jemaat sebagai umat pilihan Allah diundang untuk menikmati keselamatan secara cuma-cuma
2. Jemaat selalu hidup dalam anugerah keselamatan.
Pendahuluan :
Kitab Nabi Yesaya terbagi atas tiga bagian:
1. Fasal 1-39 : Yesaya Pertama
2. Fasal 40-55 : Deutero-Yesaya
3. Fasal 56-66 : Trito-Yesaya
Dalam kitab Yesaya dipergunakan dua kata untuk Allah:
1. Yahwe Sebaot, yaitu Tuhan semesta alam, yang berarti “Yahwe mempunyai segala kuasa di langit dan di bumi”.
2. Kadosy Israel, yang berarti “Sang Kudus Israel”. Yesaya sudah menitikberatkan kekudusan Allah di dalam penglihatan pemanggilannya (Pasal 6),
Dengan itu Yahwe menyatakan diri-Nya sebagai yang duduk di atas tahta-Nya dengan dikelilingi oleh serafim. Pengetahuan akan kekudusan Allah membuka mata Yesaya terhadap hukuman yang akan datang dari Allah. Hanya sedikit sisa bangsa ini yg akan diselamatkan dan akan menjadi permulaan dari bangsa yang baru.
Yesaya tahu bahwa Allah memakai kekuatan orang Asyur untuk menghukum orang Israel, tetapi dia juga tahu bahwa kekuasaan orang Asyur dibatasi pula oleh Allah yang sama. Yesaya Menantikan Almasih (Mesias atau Kristus) dari keturunan Daud (ps. 7,9, 11)
Deutero Yesaya hidup pada masa pembuangan di Babilonia kira-kira tahun 540 (masa pembuangan di Babilonia tahun 590-538). Kira-kira 20 % penduduk Yehuda yang ditawan ke Babel. Raja Babel yaitu Nebukadnezar tidak bermaksud untuk menghancurkan dan menghapuskan kebudayaan orang Israel. Mereka boleh hidup di Babel seperti org yang bebas.
Babel kemudian direbut oleh raja Cyrus (Kores), raja Persia yang memberi izin kepada semua tawanan untuk kembali ke tanah-air mereka. Orang-orang yang percaya akan nubuat nabi Yesaya mencari cara di bidang agama Yahwe, itulah yang menjadi dasar persekutuan agama Israel yang baru (namun kehidupan rohani di dalam Sinagoge), yang lainnya jatuh kembali ke dalam kekafiran.
Bait Allah kemudian dibangun kembali oleh Yehezkiel. Allah mau menyelamatkan bangsa-Nya dari pembuangan di Babel, tapi juga Dia mau memakai bangsa itu sebagai terang bagi bangsa-bangsa lain. Di beberapa bagian dari kitab Deutero-Yesaya terdapat konsep tentang “Hamba TUHAN”, teristimewa dalam nyanyian-nyanyian hamba TUHAN sebanyak empat kali:
- Yesaya 42:1-7 hamba TUHAN dipanggil oleh Allah dan mendapat dari pada-Nya Roh untuk menyatakan hukuman Allah kepada bangsa-bangsa lain.
- Yesaya 49:1-7 hamba TUHAN dipanggil oleh Allah untuk mengembalikan Israel ke tanah air mereka, dan mereka harus menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain.
- Yesaya 50:4-9 hamba TUHAN mengatakan bahwa bangsa itu tidak mau mendengarnya, sehingga mereka memukulnya dan oleh karena itu dia menjadi malu, tetapi dia percaya bahwa Allah akan menolong.
- Yesaya 52:13-53:12 Hamba TUHAN itu digambarkan sebagai seorang yang menderita untuk keampunan dosa Israel.
Siapa yang dimaksud dengan hamba TUHAN di sini?
1. Interpretasi perorangan yaitu seorang pribadi misalnya raja Cyrus, atau nabi Yeremia, atau Yoyakhin.
2. Interpretasi kelompok yaitu hamba TUHAN itu adalah personifikasi bangsa Israel.
3. Interpretasi “Sisa Israel”. Yang tetap setia kepada Yahwe juga dalam masa pembuangan di Babel.
Pemahaman Teks :
Ayat 1-3a. Berbicara seperti seorang penjual di pasar mengajak orang memperhatikan barang jualannya, demikian nabi Yesaya memanggil atas nama Tuhan, bukan untuk mengambil pangan saja, melainkan untuk turut dalam suatu jamuan: air dan gandum sebagai kebutuhan pokok, ditambah anggur, yang menyukakan hati manusia, dan susu, hasil tanah yang Tuhan janjikan kepada umat-Nya (bnd. “negeri yang berlimpah susu dan madunya” Kel. 3:8,17; 13:5; 33:3), lagi pula dihidangkan makanan yang baik, sajian yang paling lezat (harfiah: lemak, minyak zaitun dan juga daging yang gemuk, yang kedua-duanya diperlukan untuk menyediakan suatu jamuan yang menjadi tanda berkat. (bnd. Mzm 63:6; Yer 31:14). Tanda bayaran, orang-orang diundang untuk minum dan makan, menikmati sajian sampai kenyang, disejajarkan dengan datang mendengar Tuhan (kata kerja utama diulang dua kali dalam aslinya dengan arti: mendengar dengan penuh perhatian agar memperoleh hidup dengan berkelimpahan).
Bagi sejumlah penafsir “air, roti dan sajian lezat” merupakan kiasan “makanan rohani”, Firman yang Tuhan berikan untuk didengar (bnd. Ams 9:1-5). “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN” (Ul.8:3), akan tetapi Tuhan justru mengaruniakan manna di padang gurun dan makanan yang berkelimpahan di suatu negeri (bnd.Ul 32:13-14); berkat-Nya meliputi segala sesuatu yang manusia perlukan untuk hidup berbahagia. Berkat yang Tuhan berikan itu dipertentangkan dengan “yang bukan roti” yang tidak mengenyangkan”, namun yang dibeli dan diusahakan.
Dalam bagian ini kita juga diperhadapkan dengan bacaan dari kitab Injil Matius 14:13-21 dimana Yesus mengajak murid-murid untuk memberi makan kepada orang banyak yang sedang kelelahan dan kelaparan. Mengamati keadaan itu, Yesus berkata, “Kamu harus memberi mereka makan”. Itu berarti bicara pelayanan tidak hanya bicara Injil tapi juga bicara tentang soal makan. Bahkan jika merujuk pada Doa Bapa Kami, kita butuh makanan untuk bisa hidup, sebab tanpa makan, kita tidak mungkin bisa bertahan hidup (kita makan untuk hidup tapi bukan hidup untuk makan).
Pada ayat 3b-5. Bagian ini tergantung pada pengertian kalimat pertama yang berbunyi secara harfiah: “Aku hendak mengikat suatu perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia (Ibr. khesed seperti 54:8,10, tetapi dalam bentuk jamak dengan arti “tindakan-tindakan yang menyatakan kasih setia itu”) yang teguh (yang dapat dipercaya, dari akar yang sama dengan kata “amen”) kepada Daud”. Menurut 2 Sam 7:5-16, nabi Natan menyampaikan kepada Daud janji bahwa “kasih setia TUHAN tidak akan hilang dari padanya”, bahkan “keturunan dan kerajaannya (Daud) akan kokoh untuk selama-lamanya”. Janji ini disebut perjanjian abadi (ibr. berit olam) dalam kata-kata terakhir raja Daud (2 Sam. 23:5, bnd Mzm 89:4,35) atau “perjanjian dan kasih-setia” dalam doa Salomo (1 Raj. 8:23, bnd. Mzm 89:25,50; 2 Taw 6:42; Mzm 132:11). Ibrani 9:1-5 bicara tentang bapa-bapa leluhur yang menurunkan Mesias. Perjanjian abadi kepada Daud mewujud di dalam kedatangan Mesias lewat garis keturunan Daud.
Dalam ayat 4, Yesaya menunjukkan dua segi dari perjanjian dengan Daud. Dalam ayat 5 ia memperlihatkan apa artinya kelak dalam perjanjian dengan umat seluruhnya. Landasan bagian ini yaitu dari Mzm 18, di situ Daud berdoa: “Engkau mengangkat aku menjadi kepala atas bangsa-bangsa; bangsa yang tidak kukenal menjadi hambaku” (ay.44). Daud ditetapkan sebagai raja, dengan gelar Ibrani Kuno nagid (pemimpin) yang digunakan dalam Firman pengangkatan Daud oleh Tuhan (bnd. 2 Sam 9:16; 10:1; 13:14; 2 Sam 5:2; 6:21; 7:8), ia pun diberi kuasa memerintah. Dalam unsur tradisi lama, itu ditambahkan unsur baru, sesuai dengan pengistilahan Yesaya II. Daud menjadi saksi Tuhan bagi bangsa-bangsa, karena di dalam kemenangan-kemenangannya itu kuasa Tuhan nyata.
Demikian juga orang Israel menjadi saksi Tuhan, bagi bangsa-bangsa pasal 43:9-12; pasal 44:8 “kamulah saksi-saksi-Ku”; Israel akan memanggil bangsa yang (tadinya) tidak dikenal, dan bangsa-bangsa yang (tadinya) tidak mengenal dia (sebagai umat Allah), akan datang kepada-Nya, dan mengakui kewibawaan umat yang dikasihi Tuhan. Kesamaan dan perbedaan antara Daud dan Israel; seluruhnya adalah: keduanya dikasihi Tuhan di antara bangsa-bangsa, tetapi caranya lain: Daud mau “menyanyikan syukur bagi TUHAN di antara bangsa-bangsa”, karena “Allah telah menaklukkan bangsa-bangsa di bawah kuasanya, telah meninggikannya mengatasi lawan-lawannya” (Mzm.18:50; 48-49). Israel tidak diberi kuasa atas bangsa-bangsa, tindakan kasih setia TUHAN kepadanya menyebabkan bahwa bangsa-bangsa lain datang menemui Allah, karena Ia juga hadir di sana. Undangan pada ayat 1-3a mereka juga didengarkan; berkat keselamatan telah diterima beberapa orang yang tidak mengenal Allah (jika pasal 44:5 menyangkut orang-orang di luar Israel yang menjadi percaya kepada Tuhan), tapi juga tersedia untuk bangsa lain (dalam Hamba TUHAN, 49:6).
Aplikasi :
TUHAN mengundang kita untuk makan roti dan minum anggur yang disediakan-Nya, sebagai tanda perjanjian yang telah diikrarkan-Nya dalam maut dan yang telah dijamin-Nya dalam kebangkitan-Nya untuk selama-lamanya. Di meja Tuhan, kita dipersatukan dengan Dia, agar kita pun dapat diutus sebagai saksi-saksi anugerah Tuhan yang mengundang segala bangsa untuk datang kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.
Di meja Tuhan, Firman Allah selalu diberitakan dan kita diperbolehkan menerima hidup yang berkelimpahan. Ada saatnya kita berseru namun Tuhan menunda jawaban-Nya, bahkan ada juga saat hukuman Tuhan dinyatakan kepada kita. Allah berfirman dengan penuh kemerdekaan; rancangan-Nya lain dari pada bayangan kita; panggilan-Nya selalu membawa sukacita sekalipun kita berada dalam kepahitan kepada mereka yang menerima-Nya, dan kekecewaan kepada mereka yang tidak memperhatikannya.
Melalui bagian ini Allah menjanjikan bahwa dengan perantaraan Koresy umat yang terbuang itu akan dibawa-Nya pulang ke Yerusalem dengan sukacita. Orang-orang Yahudi tidak menyangka; mereka diperbolehkan pulang ke Tanah Perjanjian, untuk menikmati damai sejahtera.
Melalui perlindungan-Nya pada jaman Jepang dan selama revolusi, Tuhan memanggil gereja-gereja di Indonesia untuk bersatu dan bersama-sama bersaksi tentang Injil Yesus Kristus dengan sikap, perbuatan dan perkataan dalam masyarakat yang sedang membangun.
Melalui tokoh-tokoh gerakan oikoumenis dan Sri Paus Yohanes XXIII, gereja dipanggil mengutamakan pelayanannya kepada orang-orang yang memerlukan tanda-tanda kasih Allah kepada golongan-golongan yang tercecer, tertekan, tertindas, miskin, yang diperlakukan tidak adil dan tidak berdaya di dalam masyarakat yang makmur. Amin.
Diposting tanggal 02 Aug 2017
