MENIKMATI ANUGERAH KESELAMATAN DARI ALLAH (Umposende Kasalamaran ludiomai Puang Matua) Matius 14:13-21
Bahan Penelaahan Alkitab, 7-12 Agustus 2017
MENIKMATI ANUGERAH KESELAMATAN DARI ALLAH
(Umposende Kasalamaran ludiomai Puang Matua)
Matius 14:13-21
Pembimbing:
Ada tiga alasan sederhana dan wajar mengapa Yesus ingin mencari tempat yang sunyi. Yesus butuh istirahat. Ia tidak pernah gegabah menerjang bahaya; sebaliknya Ia ingin menghindarinya, agar jangan terlalu cepat mengalami hal yang sama di alami oleh Yohanes. Yang terutama, dengan salib yang semakin dekat, Yesus tahu bahwa Ia harus bertemu dengan Allah lebih dahulu sebelum bertemu dengan manusia. Ia mencari kesempatan beristirahat untuk tubuh-Nya, dan kekuatan untuk jiwa-Nya di tempat-tempat yang sunyi. Namun Yesus tidak menemukannya. Sangatlah mudah untuk melihat perahu yang ditumpangi-Nya berlayar dan mengetahui ke mana perahu itu pergi; dan orang banyak berkumpul diseberang danau sambil menantikan kedatangan-Nya. Maka Yesus menyembuhkan mereka, dan ketika senja tiba, Yesus memberi perintah agar murid-murid memberi mereka makan (ay.16 . . . kamu=murud-murid/kita harus memberi mereka makan) sebelum mereka menempuh perjalanan jauh untuk pulang ke rumah.
Ketika Yesus melihat orang banyak, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan sampai menyentuh bagian terdalam jiwa-Nya. Ini adalah hal yang luar biasa. Yesus bermaksud mencari keheningan dalam kesendirian; namun sebaliknya Ia menemukan orang banyak yang meminta apa yang dapat Ia berikan. Dengan mudah Ia dapat menolak mereka. Apa hak mereka mengganggu kehendak-Nya dengan permintaan-permintaan yang tiada habis-habisnya? Apakah Ia tak boleh beristirahat dan mencari ketenangan? Apakah Ia tak boleh menikmati waktu-Nya sendiri? Yesus tidaklah demikian. Ia sama sekali tidak menganggap mereka sebagai gangguan. Sebaliknya, Ia tergerak oleh belas kasihan terhadap mereka.
Seorang kristen yang terkenal bernama Premanand, semula ia adalah seorang kaya dari kasta atas di India. Dalam otobiografinya ia berkata, “Sama seperti pada zaman dahulu, begitu pula sekarang pemberitaan kita kepada dunia non-Kristen harus tetap sama, bahwa Allah mau peduli.” Bila begitu, maka kita hendaknya jangan terlalu sibuk sehingga tidak ada waktu bagi orang lain, dan kita tidak boleh memandang mereka sebagai masalah atau gangguan. Selanjutnya ia mengatakan, “Berdasarkan pengalaman ketika saya atau pekabar Injil lainnya atau seorang pendeta India menampakkan tanda-tanda keletihan atau ketidaksabaran terhadap para tamu yang berpendidikan, baik Kristen maupun no-Kristen, dan memberi kesan bahwa kita tidak punya waktu untuk melayani orang banyak karena alasan sedang makan siang, atau sedang istirahat sore dan kita tidak dapat menunda, maka dalam sekejap kesempatan itu akan hilang dan tidak pernah kembali lagi”. Kita tidak boleh bercakap-cakap dengan seseorang dengan satu mata tertuju pada jam dinding, dan seolah-olah kita ingin sesegera mungkin menghindari mereka.
Dalam kisah ini, kita melihat Yesus sedang meberi kesaksian bahwa seluruh karunia berasal dari Allah. Ia mengambil makanan dan mengucapkan berkat. Berkat yang diucapkan orang Yahudi sebelum makan sangat sederhana: “Terpujilah Engkau, Yahwe Allah kami, Raja alam semesta, yang memberi roti dari tanah.” Inilah berkat yang mungkin diucapkan Yesus, sebab berkat inilah yang juga diucapkan oleh setiap keluarga Yahudi. Di sini kita melihat Yesus sedang memperlihatkan bahwa yang Ia bagikan kepada orang banyak itu adalah karunia Allah. Ucapan terima kasih kepada manusia saja sudah jarang, apalagi kepada Allah.
Pertanyaan diskusi:
- Ada doa makan seperti ini:”...Tuhan gerakkan hati orang-orang yang kaya untuk mengasihi orang miskin. Apakah memang yang mengurus orang miskin hanya orang kaya? Lalu bagaimana keterlibatan kita yang tidak kaya, apa yang kita bisa buat untuk orang miskin? Percakapkan (bnd. ayat 16).
(Den passambayangan la kumande susite:....Patilaoi tu penaanna tomai to sugi’ anna kamasei tu to bongko. Inang to sugi’ manna raka tu sipatu umpainaa to bongko?.Umba susi tu kita tangsugi’na, apa duka tu lata pogau’ untundui tu to bongko)
- Firman Allah menjelaskan bahwa Yesus tidak punya waktu untuk istirat karena melayani orang banyak. Bagaimana tanggapan saudara? (bnd. dengan pendapat Premanand)
(Napamaleso kadanna Puang Matua kumua butung to tae’tongan attunna tu Puang Yesu melayo belanna ungkamayai to buda. Umba susi pahangta ? (pasitiroi pangappa’na Premanand)
Diposting tanggal 02 Aug 2017
